Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cakupan Vaksin Booster Covid-19 Baru 10%, Apakah Perlu Wacana Booster Kedua?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 April 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 620 2574152 cakupan-vaksin-booster-covid-19-baru-10-apakah-perlu-wacana-booster-kedua-JUfzVJycHG.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

VARIAN baru Covid-19 memang terus bermunculan, seiring dengan penularan yang masih saja terjadi. Banyak dari varian baru Covid-19 ini membuat antibodi yang dibrntuk oleh vaksin Covid-19 mengalami penurunan.

Oleh karena itu, guna meningkatkan antibodi maka diperlukan vaksin booster. Indonesia sendiri, sudah memberlakukan vaksin booster guna melawan gelombang Omicron ini. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah suntikan booster kedua tersebut diperlukan?

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Dr. Rochelle P. Walensky, mengatakan booster kedua sangat penting bagi orang berusia 65 dan lebih tua, mereka dengan usia 50 tahun dan lebih tua dengan kondisi medis mendasar yang meningkatkan risiko penyakit parah dari Covid-19.

Bahkan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendapatkan booster atau dosis penguat kedua vaksin Covid-19 seiring turunnya izin dari Badan POM Amerika (FDA) mulai 29 Maret 2022.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) belum memberi rekomendasi yang jelas dan pasti tentang perlu tidaknya pemberian booster kedua ini.

Tetapi, dengan makin banyaknya negara yang memberi booster kedua dan upaya transisi menuju ke arah terkendalinya Covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia, maka kebijakan pemberian booster kedua menjadi hal baik.

"Akan baik kalau ditetapkan kebijakan pemberian booster kedua di dalam negeri, walaupun memang cakupan booster pertama kita hari ini baru sekitar 10 persen," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Prof. Tjandra berpendapat, bila memang Indonesia akan memulai booster kedua maka sebaiknya diimplementasikan terlebih dulu pada kelompok dengan prioritas paling tinggi menurut WHO SAGE yakni orang berusia lanjut (lansia), tenaga kesehatan dan mereka dengan immunocompromised atau orang yang memiliki masalah sistem imun.

Walau begitu, sekali lagi dia mengingatkan, kegiatan booster pertama harus semakin terus digalakkan, demikian juga cakupan vaksinasi primer. Indonesia sendiri baru memulai pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 pada 12 Januari 2022. Jenis vaksin pun akan ditentukan oleh petugas kesehatan berdasarkan riwayat vaksin dosis 1 dan 2 serta ketersediaan vaksin di tempat layanan.

Menurut Badan POM dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI, kombinasi vaksin yang diberikan terbagi menjadi beberapa kelompok. Untuk sasaran dengan vaksin primer Sinovac akan diberikan separuh dosis Astra Zeneca (0,25 ml), separuh dosis Pfizer (0,15 ml), atau dosis penuh Moderna (0,5 ml).

Untuk sasaran dengan vaksin primer Astra Zeneca akan diberikan dosis penuh Astra Zeneca (0,5 ml), separuh dosis Pfizer (0,15 ml), atau separuh dosis Moderna (0,25 ml).

Untuk sasaran dengan vaksin primer Pfizer akan diberikan dosis penuh Pfizer (0,3 ml), separuh dosis Moderna (0,25 ml), atau dosis penuh Astra Zeneca (0,5 ml) dan untuk sasaran dengan vaksin primer Moderna akan diberikan separuh dosis Moderna (0,25 ml).

Adapun sasaran dengan vaksin primer Janssen (J&) akan diberikan separuh dosis Moderna (0,25 ml) dan untuk sasaran dengan vaksin primer Sinopharm akan diberikan dosis penuh Sinopharm (0,5 ml).

Semua masyarakat berhak mendapatkan vaksin ini. Namun, untuk tahap pertama, vaksin booster masyarakat umum diperuntukkan bagi lansia dan kelompok rentan termasuk pasien gangguan sistem imun.

Lalu, seiring upaya memberikan perlindungan optimal dari papar virus corona terutama terkait momen mudik Lebaran 2022, maka melalui Surat Edaran (SE) No.16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease Tahun 2019, maka vaksin booster menjadi syarat untuk para pemudik.

Merujuk data Vaksinasi Covid-19 Nasional pada Selasa siang ini, sebanyak 94,53 persen penduduk sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, 76,88 persen orang sudah menerima dosis kedua dan 11,55 persen penduduk mendapatkan dosis ketiga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini