Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Air Putih Jadi Standar Emas Berbuka Puasa

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 08 April 2022 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 620 2575637 ini-alasan-air-putih-jadi-standar-emas-berbuka-puasa-q6BMUMSgDB.png Ilustrasi Air Putih. (Foto: Shutterstock)

AIR putih memang memiliki banyak manfaat, oleh karena itu mereka yang ingin hidup sehat memang disarankan untuk mengonsumsi air putih. Manusia pun harus mengonsumsi air delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter.

Oleh karena itu, air putih pun sangat disarankan untuk berbuka. Pasalnya, ketika kita berpuasa tubuh akan kekurangan cairan, dan minuman yang paling baik untuk memulihkan cairan di tubuh kita adalah air putih.

Staf Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM)-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD menyarankan Anda termasuk pasien diabetes mengawali berbuka puasa dengan meminum air putih.

Air Putih

"Intinya saat berbuka puasa tentu yang lebih baik minum air putih," kata Wafa seperti dilansir dari Antara.

Mengutip Healthline, air putih menjadi standar emas dalam hal menjaga tubuh tetap terhidrasi usai berpuasa selama 13-14 jam. Lalu, bila Anda ingin mengonsumsi makanan manis, maka sebaiknya batasi asupannya terutama yang mengandung kadar gula tinggi.

"Sekarang sudah banyak produk yang bebas gula seperti sirup bebas gula bahkan topping kental manis juga ada bebas gula. Jadi kita bisa lebih smart memilih produk makanan yang masuk ke tubuh," tutur Wafa.

Dari sisi porsi makanan utama, sebaiknya pilih yang sedang dan cukup untuk mencegah makan berlebihan. Anda juga disarankan mengonsumsi camilan sehat di antara waktu berbuka puasa dan sahur semisal buah, sayur dan kue bebas gula. Terkait gorengan, Wafa menyarankan Anda membatasi asupannya, karena cenderung tinggi lemak dan garam.

"Gorengan memang enak tetapi tidak bagus, sehingga bahaya untuk tubuh kita. Jadi, batasi asupan makanan yang tinggi lemak seperti gorengan dan termasuk asupan garam," ujar Wafa.

Asupan makanan tinggi garam juga banyak ditemukan pada makanan olahan. Oleh karena itu, Wafa mengingatkan Anda cermat memilih produk makanan yang juga Anda santap setiap hari seperti kecap dan saus.

"Kecap, saus karena biasanya tinggi garam. Pilih produk-produk yang rendah garam, bahkan untuk produk yang kita gunakan sehari-hari," demikian pesan dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini