Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Vaksin Booster Mepet Tanggal Mudik, Begini Saran Dokter Spesialis Paru

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 28 April 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 620 2586685 baru-vaksin-booster-mepet-tanggal-mudik-begini-saran-dokter-spesialis-paru-tsF8LKmmsV.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

GUNA memastikan mudik tahun ini tidak menimbulkan ledakkan angka Covid-19, pemerintah mewajibkan mereka yang ingin mudik sudah mendapat vaksin Covid-19. Pasalnya, vaksin Covid-19 bisa memberikan Anda perlindungan dari kondisi serius akibat infeksi virus SARS-CoV-2.

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengungkapkan, meskipun melindungi dari keparahan serius, tapi penerapan protokol kesehatan secara disiplin sangat diperlukan.

Dia merujuk pada data lebih dari 79 laporan dari berbagai belahan dunia dan dikaji oleh 18 pakar kesehatan menyebutkan, vaksin berbasis mRNA maupun vektor virus seperti AstraZeneca memiliki tingkat perlindungan yang ekuivalen terhadap kejadian rawat inap yakni 91,3-92,5 persen dan risiko kematian akibat Covid-19 yaitu 91,4-93,3 persen setelah dua kali diberikan atau dosis pertama dan kedua.

Kedua jenis vaksin ini dikatakan juga konsisten memberikan perlindungan tinggi bahkan pada kelompok rentan seperti mereka dengan lanjut usia atau lansia.

Terkait antibodi, Erlina menekankan vaksin Covid-19 yang tersedia menghasilkan respon yang berbeda dan ini tak bisa menjadi prediktor untuk melihat efektivitas vaksin sekaligus dalam hal mencegah rawat inap dan risiko kematian. Risiko seseorang terinfeksi virus corona dan menjadi sakit bisa disebabkan berbagai faktor seperti imunitas dan jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh.

"Terpapar hanya sekali dan dengan jumlah sedikit akan mudah diatasi respon imun apalagi bila sudah divaksin, sudah punya antibodi)," ujar Erlina dalam "Roundtable Efektivitas Vaksin Covid-19 Asia dan Indonesia" kata dia seperti dilansir dari Antara.

Seiring waktu, perlindungan vaksin Covid-19 menurun sehingga dosis penguat atau booster diperlukan masyarakat. Untuk meningkatkan kembali proteksi yang turun, maka kebijakan booster bagi orang-orang setelah enam bulan mendapatkan vaksin primer pun diberlakukan.

​​

Booster pun menjadi syarat pelaku perjalanan dalam negeri yang akan melakukan mudik lebaran tahun ini, merujuk Surat Edaran (SE) No.16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease Tahun 2019.

Agar vaksin bisa memberikan perlindungan optimal, maka idealnya bisa pemudik dapatkan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan mudik. Hal ini karena vaksin membutuhkan waktu untuk merangsang terbentuknya antibodi dan memberikan perlindungan. "Jadi, jangan pulang lusa baru sekarang divaksin karena itu belum mendapatkan perlindungan biasanya," kata Erlina.

Walau begitu, bagi pemudik yang baru mendapatkan vaksin di hari keberangkatan maka menerapkan protokol kesehatan secara disiplin menjadi hal wajib dan ini juga berlaku bagi mereka yang sudah divaksin beberapa waktu sebelum mudik. Perjalanan panjang ditambah jumlah virus yang masuk ke tubuh masih memungkinkan seseorang terkena Covid-19.

Inilah alasan protokol kesehatan tetap penting orang-orang terapkan. Para pemudik yang memanfaatkan moda transportasi umum masih menghadapi risiko terhadap keramaian baik itu saat antri menaiki kendaraan maupun di dalam kendaraan. Apalagi bila dia harus menempuh waktu berjam-jam di perjalanan.

"Itu kemungkinan bila ada satu orang yang terinfeksi dan tidak menerapkan protokol kesehatan, virus akan bersirkulasi di dalam kendaraan. Jadi, karena kita tidak tahu siapa yang sakit dan tidak, apalagi sekarang tidak perlu PCR, saya kira ini tanggung jawab pribadi untuk melindungi diri sendiri," saran Erlina.

Pemakaian masker dengan benar antara lain pas menutupi wajah dan mulut dan rutin menggantinya bila basah, kotor atau setelah empat jam menjadi bagian penting di sini. "Kalau terpaksa di dalam perjalanan harus makan dan minum karena memang perjalanan 6-8 jam misalnya, dibuka minum lalu tutup lagi," tutur Erlina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini