Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Pasar Modal Indonesia Makin Menarik, Ini Penjelasan Analis

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 620 2607197 investasi-pasar-modal-indonesia-makin-menarik-ini-penjelasan-analis-beiMrNqC9V.jpg Investasi pasar modal semakin menarik (Foto: Okezone)

JAKARTA – Investasi pasar modal dalam negeri semakin menarik dengan adanya pertumbuhan investor milenial. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki valuasi rendah dibandingkan bursa regional.

Presiden Direktur NH Korindo Sekuritas Indonesia, Jung Yoan mengatakan, investasi di pasar modal, baik saham maupun obligasi juga semakin minat para investor baik domestik maupun global.

"Saya kira IDX indeks telah mencapai 6.000an karena lebih cair dan transparan. Sebagai perbandingan, jika dibandingkan dengan investasi properti yang kurang likuid," ujar pria yang disapa John itu saat ditemui di kantornya, Selasa (7/6/2022).

Perlu diketahui, IHSG saat ini digunakan pada Price to Earnings Ratio (PER) sekitar 18x, atau relatif menarik jika dibandingkan dengan Malaysia 16x, Filipina 19x, dan Thailand 18x.

Ke depan, IHSG akan dihadapkan pada tantangan meningkatnya sentimen global dan domestik. Kenaikan inflasi memaksa negara-negara seperti AS untuk menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 75 bps, dan kemungkinan akan dinaikkan lagi hingga minimal 100 bps hingga akhir tahun 2022.

Menurut John, saham dan obligasi dapat meredam sentimen negatif di pasar global saat ini. Saham perbankan dan konsumen lebih defensif pada saat pemulihan ekonomi.

"Perbankan menjadi menarik ketika perekonomian membaik, dimana masyarakat membutuhkan kredit untuk modal usaha. Di sisi lain, likuiditas perbankan kita yang masih tinggi tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan kenaikan Giro Wajib Minimum," katanya,

Sementara perekonomian akan membaik, otomatis tingkat konsumsi masyarakat juga akan meningkat. Sementara itu, obligasi pemerintah dapat dikatakan sebagai instrumen safe haven.

Untuk instrumen pasar modal yang menarik bagi investor, menurut John, adalah dengan pencatatan saham perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) alias IPO.

"IPO sangat menarik, seiring dengan kebutuhan dana segar di tengah potensi kenaikan suku bunga acuan. Memperoleh dana melalui IPO bisa lebih murah dan efisien, dibandingkan dengan sumber dana kredit perbankan (misalnya) yang akan mengalami kenaikan suku bunga," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini