Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Antara, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 620 2611033 dolar-as-menguat-jelang-keputusan-suku-bunga-the-fed-YgxuwY2efr.jpg Dolar AS Menguat Hari Ini. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS naik ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Senin. Dolar AS menguat didukung kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan taruhan untuk kenaikan suku bunga tajam oleh Federal Reserve AS.

Pasar keuangan global terus bergerak dari data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan. Di mana hal ini menyebabkan peningkatan penghindaran risiko berbasis luas, dan memicu taruhan pada pengetatan kebijakan yang lebih agresif.

Obligasi pemerintah juga dilanda aksi jual dan pasar saham di seluruh dunia terpukul.

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Euro Anjlok Sikapi Kebijakan Bank Sentral Eropa

"Dolar AS memperpanjang kenaikannya dari Jumat karena risiko terus berkurang secara keseluruhan," kata Kepala Valas Global Jefferies, Brad Bechtel, dikutipd dari Antara, Selasa (14/6/2022).

Indeks dolar AS, yang melacak kinerjanya terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,6% pada 105,04, setelah mencapai level tertinggi sejak Desember 2002. Pedagang memiliki banyak hal minggu ini, termasuk pertemuan kebijakan oleh The Fed, bank sentral Inggris (BoE) dan bank sentral Swiss (SNB).

Federal Reserve AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga utamanya sebesar 50 basis poin pada Rabu (15/6/2022), dengan beberapa, termasuk Barclays dan Jefferies, memperkirakan The Fed akan bergerak 75 basis poin.

Baca Juga: Dolar AS Kian Tertekan Penyataan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde

"Pergerakan 75 basis poin pasti akanmenjadi kejutan bagi beberapa orang yang mempertahankan garis keras pada 50 basis poin," kata Bechtel.

Sementara itu, Yen Jepang babak belur di dekat posisi terendah terhadap dolar yang tidak terlihat sejak 1998, adalah salah satu mata uang utama yang menguat terhadapnya pada Senin (13/6/2022).

Yen mendapat dukungan dari komentar juru bicara pemerintah Jepang bahwa Tokyo prihatin dengan penurunan tajam dan siap untuk merespons dengan tepat jika diperlukan.

"Nada semakin keras dari pembuat kebijakan menunjukkan bahwa mereka mungkin akan segera meningkat dari intervensi verbal," Ekonom Jepang Capital Economics, Tom Learmouth.

"Kami tidak berpikir bahwa intervensi valas akan membawa apa pun selain jeda singkat dengan biaya yang berpotensi tinggi," tambah Learmouth.

Sterling jatuh ke level terendah satu bulan terhadap dolar, berada di bawah tekanan jual setelah data menunjukkan ekonomi Inggris secara tak terduga menyusut pada April. Ketegangan dengan Uni Eropa atas perdagangan pasca-Brexit dengan Irlandia Utara juga membebani pound, yang turun 1,4 persen menjadi 1,2146 dolar.

Di sisi lain, Bitcoin merosot 20,0% menjadi USD23.350,5 dengan laju untuk hari terburuknya dalam lebih dari dua tahun, setelah perusahaan pemberi pinjaman uang kripto utama AS Celsius Network membekukan penarikan dan transfer dengan alasan kondisi "ekstrim", sebagai tanda terbaru tentang bagaimana turbulensi pasar keuangan menyebabkan tekanan di kriptosfer.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini