Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar dari Penyakit Bob Tutupoly, Kenali 8 Risiko Seseorang Terkena Stroke

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 620 2624068 belajar-dari-penyakit-bob-tutupoly-kenali-8-risiko-seseorang-terkena-stroke-7FIVvZzqsI.jpg Ilustrasi Stroke. (Foto: Shutterstock)

MUSISI legedaris Tanah Air Bob Tutupoly dikabarkan mengalami stroke ringan. Stroke dianggap masyarakat awam sebagai penyakit orang tua. Tapi jangan salah, karena stroke bisa menyerang siapa pun, apalagi orang-orang yang memiliki faktor risiko di dalamnya.

Merangkum Healthline, yang sudah ditinjau secara medis oleh Dr Payal Kohli MD FACC, ada beberapa faktor risiko yang membuat kita bisa lebih rentan terkena stroke. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, berikut ulasan faktor risikonya.

Usia

Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula peluang untuk terkena stroke.

Jenis kelamin

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Amerika (CDC) menyebut pria dan wanita pada umumnya sama-sama berisiko, tapi stroke lebih banyak umum terjadi pada wanita daripada pria di semua kelompok umur.

Stroke

Rokok

Penggunaan tembakau dalam bentuk apapun bisa meningkatkan risiko stroke, karena tembakau bisa merusak pembuluh darah dan jantung. Sama halnya dengan nikotin yang juga meningkatkan tekanan darah.

Pola makan

Pola makan yang tidak seimbang bisa meningkatkan risiko stroke. Misalnya pola makan yang tinggi kandungan garam, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol.

Kurang gerak

Ya, kurang gerak, tidak aktif atau kurang olahraga juga sangat bisa meningkatkan risiko stroke. CDC merekomendasikan orang dewasa, setidaknya aktif bergerak atau olahraga 2,5 jam latihan aerobik setiap minggu atau bisa juga dengan hanya jalan cepat beberapa kali seminggu.

Konsumsi alkohol level tinggi

Minum alkohol silakan, tapi harus dalam level masih ringan sampai sedang. Artinya, tidak lebih dari satu gelas per hari untuk wanita, dan tak lebih dari dua gelas per hari untuk pria. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan tingkat tekanan darah, meningkatkan kadar trigliserida. Semua ini memicu terjadinya aterosklerosis, penumpukan plak di arteri yang mempersempit pembuluh darah.

Riwayat pribadi

Ada faktor risiko stroke yang tidak bisa kita kendalikan, contohnya latar belakang riwayat pribadi. Ya, sejarah medis keluarga juga berpengaruh. Risiko stroke bisa lebih tinggi pada beberapa keluarga karena faktor kesehatan genetik, seperti tekanan darah tinggi.

Rekam riwayat kesehatan

Kondisi medis tertentu terkait dengan risiko stroke. Misalnya termasuk pernah stroke sebelumnya, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kelebihan berat badan, gangguan jantung seperti penyakit arteri koroner, kelainan katup jantung, ruang jantung membesar dan detak jantung yang tak beraturan, diabetes, punya gangguan pembekuan darah, hingga foramen ovale paten (PFO).

Perubahan gaya hidup semerta-merta tidak bisa mencegah stroke jadi hilang sama sekali. Namun, perubahan gaya hidup jadi lebih sehat bisa menurunkan risiko seseorang terkena stroke.

Jangan ke dokter hanya karena sudah sakit, tapi biasakan lakukan pemeriksaan rutin. Konsultasikan dengan dokter tentang seberapa sering sih kita harus memeriksakan tekanan darah, kolesterol, dan kondisi kesehatan lainnya. Biasanya dokter juga bisa memberikan panduan tepat untuk pola gaya hidup yang lebih sehat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini