Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Targetkan Pengurangan Emisi Jadi 31,89% di 2030, Ini Alasannya

Rizky Fauzan, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 620 2681882 ri-targetkan-pengurangan-emisi-jadi-31-89-di-2030-ini-alasannya-V3F2Az00jG.jpg Ilustrasi energi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi meningkatkan target pengurangan emisi karbon dalam enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, dari 29% dengan usaha sendiri menjadi 31,89% di 2030.

Direktur Aneka EBT Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengagakan bahwa perubahan target dari 29% menjadi 31,89% di tahun 2030 pasti akan berdampak kepada roadmap atau peta jalan transisi energi yang sedang disiapkan.

"Terus terang energy transition roadmap ini juga kita masih terus gerak dinamis, untuk melakukan pemodelannya memang ini akan terjadi pergeseran lagi," kata Feby dalam virtual media briefing Indonesia Sustainable Energy Week, Kamis (6/10/2022).

 BACA JUGA:Bentuk BLU Batu Bara, Begini Penjelasan Kementerian ESDM

Dia menuturkan bahwa pergeseran tersebut terjadi dari sisi penggunaan teknologi untuk mendukung upaya pengurangan emisi dan transisi energi, dibutuhkan assesment dan analisis tambahan agar target net zero emission di tahun 2060 tercapai.

Selain itu, pergeseran peta jalan juga akan terjadi lantaran target pengurangan emisi di sektor energi juga akan diubah dari awalnya 314 juta ton CO2 di tahun 2030, menjadi 358 juta ton CO2.

"Nanti pasti roadmap transisi energi akan terjadi adapting lagi, saat ini kita sedang lakukan upaya-upaya perhitungan kembali," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, perubahan target pengurangan emisi disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, saat sidang The Committee on Forestry (COFO)-26, di Roma, Italia.

Siti Nurbaya mengatakan bahwa Indonesia telah menyerahkan Enhanced NDC Indonesia dengan meningkatkan target pengurangan emisi dari 29 persen menjadi 31,89% tanpa syarat, dengan kemampuan sendiri, serta dari 41% menjadi 43,20% dengan dukungan internasional.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis Indonesia dapat memenuhi komitmen pengurangan emisi sebesar 29% secara unconditional pada 2030, sebagaimana tertuang di dalam Paris Agreement.

Hal ini diungkapkan Jokowi ketika mengadakan pertemuan CEOs Forum dengan beberapa investor besar asal Inggris, pada di Glasgow, Skotlandia.

"Indonesia telah mengadopsi Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050, serta road map yang detail untuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih awal," kata Jokowi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini