Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Ganggu Stabilitas Keuangan, BI-OJK Harus Mitigasi Risiko Iklim Sedini Mungkin

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 29 November 2022 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 620 2716892 antisipasi-ganggu-stabilitas-keuangan-bi-ojk-harus-mitigasi-risiko-iklim-sedini-mungkin-e5zyJwhk80.jfif Mitigasi Risiko Iklim Sejak Dini. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – PT Surveyor Indonesia menyatakan siap mendukung langkah dan kebijakan regulator sektor keuangan dan Bank Sentral. Di mana guncangan terkait iklim dan sumberdaya alam (SDA) menjadi risiko sistemik pada perbankan dan stabilitas keuangan, sehingga perlu disikapi regulator sektor keuangan dan Bank Sentral.

“Mengurangi risiko-risiko sejak dini akan mendatangkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam jangka panjang yang juga sejalan dengan agenda keuangan berkelanjutan G20,” ujar Direktur Sumber Daya Manusia PT Surveyor Indonesia, Lussy Ariani Seba, Selasa (29/11/2022).

Menurutnya, perekonomian Indonesia berkembang pesat, namun cukup rentan terhadap risiko fisik dan transisional yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan hilangnya beberapa sumber daya alam.

Baca Juga: Ancaman Perubahan Iklim, Prabowo Cerita Ada Keluarga Tidur dengan Air Laut Menggenang di Kamar

“Oleh karena itu, PT Surveyor Indonesia mendukung setiap langkah dan kebijakan regulator sektor keuangan dan Bank Sentral yang beberapa di antaranya dilontarkan dalam bentuk gagasan kebijakan oleh Network for Greening the Financial System (NGFS),” ujar Lussy.

PT Surveyor Indonesia sebagai anggota Holding BUMN Jasa Survey melalui layanan jasa sustainability mendukung program-program Pemerintah dalam sektor keuangan berkelanjutan.

Baca Juga: Anies Jadi Pembicara di Bloomberg NEF, Berbagi Pengalaman Pimpin Jakarta Hadapi Perubahan Iklim

“Kita semua membutuhkan Lembaga Jasa Keuangan untuk mendukung tujuan bersama membangun masa depan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Pendanaan mestinya dapat mengalir di tempat yang paling dibutuhkan kepada masyarakat, pelaku UMKM, maupun kegiatan inovatif untuk memulihkan lingkungan dan beroperasi dengan cara regeneratif,” lanjutnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Elena Almeida mengatakan pentingnya peran bank sentral dalam menjaga keanekaragaman hayati. Mandat primer Bank Sentral untuk menjaga stabilitas harga dan stabilitas keuangan seta mandat sekunder yakni mendukung kebijakan ekonomi pemerintah memiliki relevansi dengan keanekaragaman hayati.

“Fungsi stabilisasi harga yang dijalankan Bank Sentral dengan menangani inflasi melalui pengaturan jumlah uang yang beredar juga merupakan alat yang berpotensi meningkatkan pembiayaan berkelanjutan,” kata Elena.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara fungsi stabilisasi keuangan yang dilakukan dengan mencegah risiko sistemis dalam sistem keuangan juga merupakan alat untuk menangani risiko terkait alam, imbuhnya.

“Sedangkan pelaksanaan mandat sekunder yakni mendukung kebijakan ekonomi pemerintah juga merupakan alat yang berpotensi meningkatkan pembiayaan berkelanjutan,” tutur Elena.

Dia menambahkan bahwa tanggung jawab utama untuk mengatasi krisis keanekaragaman hayati diemban oleh Pemerintah, terutama untuk mengatasi kegagalan pasar, kelembagaan, dan kebijakan yang menimbulkan penurunan kualitas/kuantitas ekosistem.

Selain itu, menurutnya Bank Sentral berperan penting dalam menyelaraskan semua aliran keuangan untuk mendukung konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

“Sinyal kebijakan dari Bank Sentral dan pengawas keuangan dapat memainkan peran pelengkap untuk menjaga stabilitas keuangan dengan mengurangi risiko keuangan terkait keanekaragaman hayati dan membantu mengarahkan sumber daya keuangan demi mendukung kegiatan yang berdampak positif terhadap alam,” ujar Elena.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini