Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asap Pembakaran Jerami di Pinggir Jalan Tol Picu Kecelakaan, Apa Solusinya?

Sri Kurnia Ningsih, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2023 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 08 16 620 2865217 asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya-EmitZUjmRP.jpg Kolaborasi BUMN kurangi pembakaran lahan di pinggir tol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan BUMN bekerja sama memerangi pembakaran lahan di pinggir jalan tol. Mengingat asap pembakaran bisa membahayakan pengguna jalan tol dan mengakibatkan kecelakaan.

PT Pupuk Indonesia bersama PT Jasa Raharja mengoptimalisasi pemanfaatan limbah pertanian atau jerami untuk keberlanjutan lahan pertanian sekaligus mengurangi angka kecelakaan di jalan tol.

Senior Vice President (SVP) TJSL Pupuk Indonesia, Rika Susanty menyampaikan hal ini merupakan respon Pupuk Indonesia atas kecelakaan di ruas jalan Tol Trans Jawa, yang salah satunya diakibatkan asap pembakaran jerami yang menghalangi pengguna jalan tol.

"Ini membantu petani untuk memanfaatkan jerami sisa panen sebagai penyubur tanah. Para petani diedukasi melakukan pengomposan di dalam lahan (insitu) dengan menggunakan Petrogladiator, salah satu produk biodekomposer dari Pupuk Indonesia Grup," ujar Rika, Rabu (16/8/2023).

Rika menjelaskan bahwa dengan Petrogladiator maka petani tidak perlu melakukan pembakaran jerami. Karena di dalam produk tersebut akan membantu meningkatkan kadar c-organik pada tanah yang nantinya akan membantu menyuburkan serta mengoptimalkan penyerapan pupuk saat penanaman.

“Jadi ini metode yang sangat sederhana, karena dengan tidak membakar jerami maka unsur hara tanahnya menjadi lebih bagus serta berdampak pada peningkatan produktivitasnya. Karena sebetulnya di sisa jerami hasil panen itu masih terdapat unsur P (phosphate) dan K (kalium) yang dapat menyuburkan tanaman, jika dibakar justru akan hilang,” kata Rika.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Kepala Urusan Kelembagaan Jasa Raharja, Mochamad Saleh Priyadana yang mewakili Kepala Divisi (Kadiv) Kelembagaan dan Strategi Korporasi Jasa Raharja, Radito Risangadi, menjelaskan bahwa kegiatan kolaborasi dengan Pupuk Indonesia merupakan komitmen Perusahaan dalam mencegah kecelakaan lalu lintas salah satunya di jalan tol.

Menurut dia, asap dari pembakaran jerami menjadi salah satu penyebab kecelakaan di jalan tol. Sebagai informasi, panjang Tol Trans Jawa saat ini mencapai 615 Km. Di kanan-kiri ruas tol tersebut mayoritas adalah lahan pertanian, dan fenomena pembakaran sisa panen masih banyak terjadi.

“Masih banyak petani yang konvensional dengan membakar jerami. Memang perlu dilakukan edukasi kepada petani supaya mereka ikut menjaga keselamatan pengendara jalan khususnya di jalan tol dengan tidak lagi melakukan pembakaran jerami setelah panen,” kata Dana.

Pada kesempatan yang sama Gakkum Polres Pemalang, Lindu mengimbau kepada Masyarakat khususnya kelompok tani yang menggarap lahan di sepanjang jalan tol Pemalang-Pejagan untuk tidak lagi membakar jerami pasca panen. Pasalnya, jika asap dari pembakaran tersebut menyebabkan kecelakaan lalu lintas bisa dikenakan hukuman pidana.

“Yang masih membakar lahan ada hukumannya karena melanggar 360 KUHP dan 359 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun apabila sampai korban meninggal dunia,” kata Lindu.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini