Kumpulan Berita
Kadispenad menyebut hal ini sebagai sebuah upaya rutin TNI.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan prajurit dalam jumlah besar ke wilayah Jakarta pada Selasa, 3 November 2026. Hal tersebut menuai sorotan karena terjadi setelah terbongkarnya kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, TNI harus selalu dalam kondisi siap siaga untuk menjalankan tugas dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu lokasi percontohan berada di lingkungan kantor Kodim 0507/Kota Bekasi, yang sebelumnya merupakan lahan tidak terawat dan dipenuhi sampah liar.
Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Inf Indra Mardianto mengatakan, tersangka diduga lalai menjalankan prosedur penggunaan pistol hingga senjata meletus dan mengenai korban. Tersangka merupakan junior korban.
Sementara untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat, BNPPDT akan mengoordinasikan dukungan sarana transportasi dengan TNI.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyelidikan menemukan dugaan pelanggaran prosedur operasional standar (POS) dalam penggunaan senjata api.
Tersangka diduga lalai menjalankan prosedur penggunaan pistol hingga senjata meletus dan mengenai korban.