Kumpulan Berita
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) buka suara terkait beredarnya foto yang disebut sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. TAUD menyebut foto tersebut merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI) sebagaimana disampaikan aparat Polda Metro Jaya.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menegaskan peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, bukan merupakan penganiayaan biasa. TAUD menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan berencana.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menyita puluhan rekaman CCTV terkait kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dari rekaman tersebut, polisi menemukan ribuan gambar yang kini masih dianalisis lebih lanjut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menyebutkan, pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Polisi melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) terhadap sejumlah barang bukti, salah satunya wadah yang diduga digunakan untuk menampung air keras yang disiramkan pelaku kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan terkait kasus penyiraman air keras, terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengaku prihatin atas aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Polisi sudah memeriksa saksi dan melakukan olah TKP.