Kumpulan Berita
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan alasan dibalik kebijakan menahan suku bunga acuan ditengah tren pelemahan rupiah yang belakangan yang sempat menyentuh level all time high Rp18 ribu pada pekan lalu.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat kembali memanasnya konflik geopolitik dan tekanan di pasar keuangan internasional.
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG)
Bank Indonesia (BI) melakukan injeksi likuiditas ke dalam sistem keuangan melalui pemanfaatan berbagai instrumen moneter strategis, seperti transaksi repurchase agreement (repo), valuta asing (swap), serta aksi pembelian Surat Berharga Nasional (SBN) di pasar sekunder.
Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha mengalami peningkatan pada triwulan II 2026. Berdasarkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat sebesar 12,97%, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar 10,11%.
Bank Indonesia (BI) buka suara terkait dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menembus kembali level Rp18.000 per dolar AS
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 utamanya disebabkan oleh meningkatnya defisit pada sektor minyak dan gas (migas).
Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026.