Kumpulan Berita
Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa personel kepolisian harus mewaspadai munculnya isu aksi Black September. Ia meminta jajaran bersiap untuk menghadapi rencana tersebut.
Presiden Prabowo Subianto meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menindak tegas semua pihak yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Bahkan, penegakan hukum agar dilakukan sampai ke korporasi yang terlibat karhutla. Sebab, karhutla sangat merugikan masyarakat dan menyebabkan kerusakan lingkungan.
Polri menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi bencana dan konflik sosial 2026. Kegiatan tersebut memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam maupun konflik sosial di seluruh wilayah Indonesia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengultimatum semua pihak yang mencoba melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Polri tidak akan segan memberikan tindakan tegas kepada semua pihak, baik perorangan maupun korporasi atau perusahaan.
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Syahardiantono mengungkap, ada 78 titik rawan konflik agraria di seluruh Indonesia. Hal itu diketahui dari laporan polisi yang terdata dalam aplikasi E-MP.
Kakorlantas Polri Irjen Wibowo mengajak Polisi Wanita (Polwan), menjadi Srikandi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengabdian dan keteladanan.
Polri kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 4 September 2026, sebanyak 113 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menetapkan 112 orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Polisi mengungkap para tersangka diduga melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan.