Kumpulan Berita
Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Darianto Harsono, menyambut sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 usai diculik Israel di perairan internasional. Ia menyampaikan para WNI dalam kondisi sehat.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan 9 warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 saat ini telah meninggalkan wilayah Israel. Kemlu terus melakukan pemantauan kepulangan para WNI tersebut.
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla (GSF) saat ini sudah berada di Istanbul, Turki. Mereka saat ini bersama Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Istanbul.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengonfirmasi sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel telah dibebaskan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan militer Israel yang menculik rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), dan lima di antaranya ditangkap.
Rekaman video yang dibagikan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu gelombang kecaman internasional. Video tersebut memperlihatkan para aktivis dari konvoi bantuan kemanusiaan menuju Gaza diikat tangannya dan dipaksa menempelkan dahi ke tanah oleh penjaga bersenjata Israel.
Viral video yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan tentara Israel.
Pemerintah Indonesia mengupayakan para WNI segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia.