Kumpulan Berita
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu (24/5/2026) sore, setelah sebelumnya ditangkap otoritas Israel.
Iis Khalifah mengungkapkan ketegangan yang dia dan keluarga rasakan saat sang suami, Asad Aras Muhammad,hilang kontak di tengah misi ke Gaza.
Para WNI relawan GSF 2.0 dilaporkan mengalami penyiksaan dan intimdasi oleh tentara Israel.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan 9 warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 saat ini telah meninggalkan wilayah Israel. Kemlu terus melakukan pemantauan kepulangan para WNI tersebut.
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla (GSF) saat ini sudah berada di Istanbul, Turki. Mereka saat ini bersama Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Istanbul.
Kemlu RI akan mengawal pemulangan para WNI ke Tanah Air secepatnya
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan militer Israel yang menculik rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), dan lima di antaranya ditangkap.
Rekaman video yang dibagikan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu gelombang kecaman internasional. Video tersebut memperlihatkan para aktivis dari konvoi bantuan kemanusiaan menuju Gaza diikat tangannya dan dipaksa menempelkan dahi ke tanah oleh penjaga bersenjata Israel.