Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Para Ayah Jadi Imam Sholat Tarawih, Bacaan Surat Ambyar hingga Disindir Istri

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 620 2206369 curhat-para-ayah-jadi-imam-sholat-tarawih-bacaan-surat-ambyar-hingga-disindir-istri-GL0kMzwK5p.jpg

NIAT hati ingin menjadi imam sholat Tarawih yang sempurna. Tapi, apalah daya para ayah juga manusia yang tak luput dari salah.

Begitulah yang banyak dialami para lelaki muslim ketika menjalani Ramadhan di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

"Ya, ambyar semua hafalan surat Alquran waktu kecil. Sholat fardhu biasa maksimal dua surat dan itu bolak balik surat itu lagi, surat itu lagi," terang Khalil (32) yang curhat kepada Okezone, Rabu (29/4/2020).

Momen sholat Tarawih yang hanya rutin dilakukan selama sebulan membuat Khalil mengatur strategi saat harus mengimami keluarga kecilnya. Bacaan surat pendek pada empat rakaat pertama, ia samakan dengan empat rakaat kedua. Total ia melaksanakan delapan rakaat sholat Tarawih ditambah tiga rakaat sholat Witir.

(Baca Juga : Pengalaman Pertama Seorang Mualaf Ikut Puasa)

Pilihan surat Alquran ala Khalil, yakni Al Ikhlas, An-Nas, Ar Rahman, dan Al Waqi'ah. Khusus dua surat terakhir, Khalil mengaku mengambil beberapa ayat yang ia hafal.

"Padahal banyak surat Alquran yang pendek, tapi faktor nggak biasa ya hilang-hilang bacaannya. Di tengah bacaan kadang lupa, balik ke yang hafal lagi saja, asal cepat beres," ujar Khalil berterus terang.

Lantaran bacaan surat Alquran-nya itu-itu saja, sang istri sempat menyindir. Khalil pun berjanji dalam hati untuk menyempatkan diri menata lagi hafalannya.

Namun, ia teringat saat masa kecilnya pernah melihat imam di masjid membaca mushaf Alquran maupun sebuah kertas kecil di tangan. Intinya, sebut Khalil, tidak dilarang untuk membaca surat langsung dari Alquran atau catatan saat mengimami sholat Tarawih.

(Baca Juga : Kisah Dzulkifli, Diangkat Jadi Nabi karena Sabarnya Kelewat Batas)

Pada saat masa bekerja dari rumah bertepatan dengan bulan Ramadhan, Khalil juga merasa punya banyak waktu melihat perkembangan kedua putrinya. Mulai dari mereka belajar iqro' sampai mengenalkan sholat Tarawih.

Si sulung Queena yang akan beranjak empat tahun selalu bersemangat mengajak adiknya, Qiandra (2 tahun). Mereka berdua biasanya berebutan wudhu dan cepat-cepat menata posisi sajadah. "Anak-anak semangat pas awal mau sholat Tarawih saja. Mereka bertahan dua rakaat saja dan langsung menghilang dari shaf (barisan sholat)," ujar Khalil.

Meski begitu, pria yang tinggal di Kota Bekasi, Jawa Barat ini bersama sang istri telaten mengajak anak-anaknya ikut sholat berjamaah. Mereka percaya kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan melekat di memori anak-anak.

(Baca Juga : Peneliti Singapura Prediksi Pandemi COVID-19 di Indonesia Berakhir 3 Juni)

Strategi melihat mushaf Alquran untuk menggenapi bacaan sholat Tarawih yang disebutkan oleh Khalil ternyata menjadi pilihan bagi Saiful (38). "Ayat-ayat surat yang dibaca pada hari pertama dan kedua Ramadhan masih saya lihat urutannya di Alquran terlebih dahulu sebelum mulai mengimami sholat Tarawih," terangnya.

Selanjutnya pria yang berdomisili di Depok ini mengaku terbiasa dengan urutan surat yang akan dibaca pada hari-hari berikutnya. Meski memilih sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat plus tiga rakaat sholat Witir, ia tidak pernah mengulang bacaan surat yang sama. Lantaran setiap tahunnya Saiful telah terbiasa menjadi imam sholat Tarawih di rumah saja bersama keluarganya.

"Tapi, saya masih harus melafalkan doa qunut dan doa Tarawih dengan membaca dari buku catatan," terangnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini