Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapan Malam Lailatul Qadar Datang?

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 620 2212974 kapan-malam-lailatul-qadar-datang-43bHwVv9hP.jpg Ilustrasi. (Freepik)

MALAM Lailatul Qadar merupakan waktu yang ditunggu oleh seluruh umat Islam di Bulan Ramadhan. Selama Ramadhan, khususnya 10 hari terakhir, umat muslim berlomba-lomba beribadah untuk mendapatkan pahala dan ampunan di malam istimewa tersebut.

Lalu apa tanda-tanda malam Lailatul Qadar itu datang? Apakah manusia dapat memprediksinya?

Dikutip dari tayangan iNews tv, Selasa (12/5/2020) Kepala Program Prodi Ilmu Hadist Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ustadz Rifqi Muhammad mengatakan, jika dilihat dari ayat Surah Al Qadr, yaitu innā anzalnāhu fī lailatil-qadr~wa mā adrāka mā lailatul-qadr, di sini ada kata adrāka.

Baca Juga: Tanda-Tanda Orang Dapat Lailatul Qadar

Kemudian di dalam kitab-kitab tafsir, ketika Allah menggunakan kalimat adrāka yang artinya apakah kamu tahu? Artinya Allah tidak menyiapkan pengetahuan kepada siapapun tentang datangnya Lailatul Qadar.

ramadan

"Sehingga tidak ada yang tahu secara persis, kapan Lailatul Qadar itu datang. Apakah kita yang menjemput malam Qadar, atau malam Qadar yang mendatangi kita? Itulah pertanyaannya," ucap Ustadz Rifqi Muhammad.

Kemudian, melihat praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sahabat dan para ulama juga tidak mengetahui kapan datangnya Lailatul Qadar. Sekalipun mereka adalah orang-orang salih yang taat beribadah, serta tidak pernah meninggalkan Allah.

"Karena tidak diberitahu kapannya (red. datang Lailatul Qadar), maka ulama hanya mereka-reka, Nabi sendiri kemudian menduga di 10 hari yang terakhir. Sementara ulama yang lain mengatakan, dari awal Ramadhan kita sudah harus berusaha mendapatkan Lailatul Qadar," ujarnya.

Ustadz Rifqi menegaskan, semua itu hanya kebiasaan ulama, bukan ciri yang pasti Lailatul Qadar datang. Namun ciri yang pasti, lanjutnya, justru disebutkan dalam ayat Surah Al Qadr pada ayat ke-4 salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr (artinya: Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar), yakni kedamaian akan diberikan kepada orang yang mendapat kemuliaan Lailatul Qadar sampai waktu fajar terbit.

"Tapi alangkah singkatnya kalau manfaat yang dia dapatkan dengan malam Qadr itu hanya sampai waktu fajar. Maka ada ulama yang mengatakan sebelum fajar itu adalah sampai pada fajar kedua (sampai hari kiamat). Maka orang yang dapat Qadar itu bukan dari alam, tapi ada kedamaian di dalam hatinya dan dia bisa membawa kedamaian di dalam kehidupannya kepada oranglain di kehidupan selanjutanya," katanya.

Baca Juga: Tata Cara Buka Puasa yang Benar Sesuai Sunah Rasul

Lontaran serupa disampaikan Ustadz Asroni Al Paroya, Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur. Dia menegaskan, malam Lailatul Qadar sulit untuk diprediksi, namun Rasulluah menyerukan umatnya dan memberikan isyarat yang terdapat pada hadist yang di riwayatkan oleh Bukhari yang artinya “ Carilah malam lailatul Qadar pada Malam – Malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadan (HR. Bukhari)

Berangkat dari hadist tersbut para ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar akan berada pada tanggal ganjil tepat di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Ustadz Asroni juga menambahkan pendapat Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin. Ada lima Hal yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui keberadaan malam Lailatul Qadar, yaitu:

1. Jika hari pertama Ramadan jatuh pada malam Ahad atau Rabu, Maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 29 Ramadan .

2. Jika malam pertama jatuh pada malam senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan.

3. Jika malam pertama Ramadan jatuh pada malam kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan.

Baca Juga: Dari Rasulullah Ini Amalan di Malam Lailatul Qadar

4. Jika malam Ramadan jatuh pada malam Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadan.

5. Jika malam pertama Ramadan jatuh pada malam Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadan.

“Lailatul Qadar ini, kebaikannya kalau kita beramal, beribadah, tentu saja kebaikannya lebih baik dari perbuatan kebaikan selama 1.000 bulan, 1.000 bulan sama dengan 83 tahun,” Kiai Achmad Ikrom, Pengasuh Pesantren Mahasiswa Nahdatul Ulama Kabupaten Bogor, menambahkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini