Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Jelaskan Gerhana Matahari Cincin yang Terjadi Hari Ini

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 620 2233919 nasa-jelaskan-gerhana-matahari-cincin-yang-terjadi-hari-ini-pVvBWZFWE2.jpg (Foto: ThePrint)

JAKARTA - Gerhana Matahari Cincin terjadi pada 21 Juni 2020. Fenomena itu terjadi ketika matahari sejajar dengan bulan, sehingga bulan menutupi Matahari.

Dikutip Sindonews, Alex Young, associate director di divisi sains heliofisika di Goddard Space Flight Center NASA mengatakan, ukuran yang tampak di langit adalah [slightly] lebih kecil dari matahari. Ini berarti bahwa cincin kecil anulus piringan matahari terlihat di sekitar bulan.

Sehingga saat puncak gerhana, Matahari yang terlihat dari bumi akan terlihat seperti cincin.

Durasi cincin terlama dan magnitudo terbesar ini ada di suatu pusat kota di Indonesia, ada di daerah Selat Panjang, Riau yaitu 3 menit 38,9 detik dengan magnitudo gerhana sebesar 0,984.

Alasan munculnya 'cincin api' ini adalah karena jarak bulan. Bulan saat ini lebih dekat dengan puncaknya (yang berarti lebih jauh dari Bumi), yang membuatnya tampak 3 persen lebih kecil dari Matahari jika dilihat dari Bumi.

Meskipun gerhana annular tidak spektakuler gerhana matahari total, pemandangan gerhana annular masih menakjubkan. Bulan dan Matahari disejajarkan dengan sempurna untuk menghasilkan tampilan langit yang luar biasa bagi kita yang ada di Bumi.

Yang cukup menarik, gerhana matahari selalu terjadi dalam waktu kira-kira dua minggu setelah gerhana bulan, karena cara musim gerhana bekerja. Selama musim gerhana (yang terjadi setiap enam bulan atau lebih), setiap kali ada bulan purnama, gerhana bulan terjadi; dan, setiap kali ada Bulan baru, gerhana matahari terjadi.

Karena kuatnya intensitas cahaya matahari saat gerhana annular, dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan jika dilihat dengan mata telanjang.

Selain kacamata dengan filter matahari, kamera lubang jarum, teropong atau teleskop, kamera DSLR dengan filter khusus matahari juga bisa dipakai.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini