Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkaca dari Papa T Bob, Ini Komplikasi Penyakit Diabetes

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 620 2244284 berkaca-dari-papa-t-bob-ini-komplikasi-penyakit-diabetes-B5oHDZlW65.jpg Papa T Bob. (Foto: Instagram/papatbob_official)

PENCIPTA lagu anak-anak era 90-an, Erwanda Lukas atau lebih dikenal sebagai Papa T Bob mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (10/7/2020) pukul 10.35 WIB. Pencipta lagu tersebut meninggal pada usia 59 tahun.

Sebelumnya, Papa T Bob sempat menjalani perawatan intensif akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Dilansir dari Mayo Clinic, Jumat (10/7/2020), diabetes adalah penyakit yang memengaruhi tubuh untuk menggunakan gula darah (glukosa).

Glukosa sangat penting bagi kesehatan karena merupakan sumber energi penting bagi sel yang membentuk otot dan jaringan. Jika diabetes tidak dapat dikontrol, dalam jangka waktu lama akan menimbulkan komplikasi pada bagian tubuh lainnya. Berikut penyakit komplikasi yang diderita pasien diabetes:

Baca Juga: Pencipta Lagu Anak Papa T Bob Meninggal Dunia

papa t bobo

Penyakit kardiovaskular

Diabetes secara dramatis meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular, termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke, dan penyempitan arteri (aterosklerosis). Jika Anda menderita diabetes, kemungkinan besar Anda menderita penyakit jantung atau stroke.

Kerusakan saraf (neuropati)

Gula berlebih bisa melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang menyehatkan saraf Anda, terutama di kaki Anda. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau sakit yang biasanya dimulai di ujung jari kaki atau jari dan secara bertahap menyebar ke atas.

Jika tidak diobati, Anda bisa kehilangan semua perasaan di anggota tubuh yang terpengaruh. Kerusakan saraf yang berhubungan dengan pencernaan dapat menyebabkan masalah dengan mual, muntah, diare atau sembelit. Bagi pria, itu dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Kerusakan ginjal (nefropati)

Ginjal mengandung jutaan kluster pembuluh darah kecil (glomeruli) yang menyaring limbah dari darah Anda. Diabetes dapat merusak sistem penyaringan halus ini.

Kerusakan parah dapat menyebabkan gagal ginjal atau penyakit ginjal tahap akhir yang tidak dapat disembuhkan, sehingga memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

Kerusakan mata (retinopati)

Diabetes dapat merusak pembuluh darah retina (diabetic retinopathy), yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Diabetes juga meningkatkan risiko kondisi penglihatan serius lainnya, seperti katarak dan glaukoma.

Kerusakan saraf kaki

Kerusakan saraf pada kaki atau aliran darah yang buruk ke kaki meningkatkan risiko berbagai komplikasi kaki. Jika tidak diobati, luka dan lecet dapat mengembangkan infeksi serius, yang seringkali sembuh dengan buruk. Infeksi ini pada akhirnya mungkin memerlukan amputasi jari kaki, kaki atau kaki.

Baca Juga: Kenang Papa T Bob, Tina Toon: Orang Paling Berjasa dalam Karierku

Masalah kulit tertentu

diabetes

Diabetes dapat membuat Anda lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, dan jamur.

Gangguan pendengaran

Masalah pendengaran lebih sering terjadi pada penderita diabetes.

Penyakit Alzheimer

Diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko demensia, seperti penyakit Alzheimer. Semakin rendah kontrol gula darah Anda, semakin besar risikonya.

Depresi

Gejala depresi sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Depresi dapat memengaruhi manajemen diabetes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini