Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Inter, Conte Pernah Berkonflik dengan Manajemen Chelsea dan Juventus

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 620 2256489 selain-inter-conte-pernah-berkonflik-dengan-manajemen-chelsea-dan-juventus-JhBYRDvrYS.jpg Antonio Conte kerap berseteru dengan petinggi klub (Foto: Inter Milan)

MILAN – Ruang ganti Inter Milan dikabarkan tengah memanas. Sebab, Antonio Conte terang-terangan menuduh manajemen tidak melindungi klub ketika sedang diserang oleh media. Konflik tersebut menambah daftar panjang perseteruan antara sang pelatih dengan manajemen klub tempatnya bernaung.

Rumor tersebut berawal dari pernyataan Antonio Conte pada konferensi pers usai laga Atalanta vs Inter Milan, Minggu 2 Agustus 2020 dini hari WIB, di Stadion Gewiss. Pria berkebangsaan Italia itu menuding Manajemen Inter Milan diam saja ketika dirinya dan para pemain mendapat serangan media.

“Ini adalah musim yang berat dalam tataran pribadi, sangat berat. Saya tidak yakin kinerja anak-anak mendapat pengakuan. Saya bahkan tidak yakin pekerjaan saya mendapat pengakuan. Klub tidak begitu melindungi kami,” tuding Antonio Conte, seperti dimuat Football Italia, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Nasib Antonio Conte Ditentukan Usai Liga Eropa 2019-2020

Antonio Conte direkrut Inter Milan pada awal musim 2019-2020 (Foto: Inter Milan)

“Kami harus meningkatkan diri dan memperbaiki semua aspek, termasuk di luar lapangan. Sebuah klub besar harus lebih melindungi pemainnya. Kami akan mendiskusikan masalah ini,” sambung pria berusia 51 tahun itu.

Pernyataan Antonio Conte itu kabarnya membuat Manajemen Inter Milan kebakaran jenggot. Rasa sakit hati yang ditimbulkan dari pernyataan itu sulit untuk dimaafkan. Pihak klub disebut-sebut sudah siap memecat sang pelatih kendati kontraknya masih tersisa setahun lagi.

Perang dengan manajemen klub tempatnya bernaung bukan hal baru bagi Antonio Conte. Pria kelahiran Lecce itu pernah berkonflik dengan Chelsea dan Juventus. Ia memang dikenal sebagai sosok yang bicara apa adanya dan tidak segan-segan berkonfrontasi.

Antonio Conte memang membawa Juventus kembali ke khitahnya sebagai klub pengoleksi gelar juara pada 2011-2014. Namun, akhir kisahnya dengan Si Nyonya Tua diwarnai konflik. Tepat sebelum angkat kaki, mantan gelandang tengah itu mengkritik kebijakan klub soal dana transfer.

Dalam sebuah wawancara pada Mei 2014, Antonio Conte mempertanyakan pelitnya manajemen klub dalam mengeluarkan uang di bursa transfer. Pernyataan itu langsung membuat Manajemen Juventus marah. Antonio Conte lantas mengundurkan diri pada Juli 2014 dan digantikan Massimiliano Allegri.

Konflik kembali mengiringi kepergiannya dari Chelsea pada 2018. Semua bermula ketika Antonio Conte mendepak Diego Costa pada Januari 2017. Sejak itu, ruang ganti Si Biru memanas kendati bisa merengkuh gelar Liga Inggris 2016-2017.

Relasinya dengan sejumlah pemain senior di Chelsea semakin buruk pada musim keduanya. Puncaknya, Antonio Conte lagi-lagi mengeluhkan minimnya investasi dalam hal pembelian pemain pada musim panas 2017. Ia lantas dipecat pada akhir musim dan digantikan Maurizio Sarri. Pemecatan itu bahkan harus melibatkan pengadilan karena Conte menuntut kompensasi yang cukup mahal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini