Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif Kerja Sama dengan Mitra International

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 620 2298888 kemenparekraf-fasilitasi-pelaku-ekonomi-kreatif-kerja-sama-dengan-mitra-international-V7rx2qgMCc.jpeg Ilustrasi UMKM (Kemenparekraf)

PELAKU usaha ekonomi kreatif di Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra baik skala nasional maupun internasional, agar dapat bangkit dan mengembangkan bidang usahanya di masa pandemi Covid-19.

Untuk mendorong upaya tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah membentuk Global Center of Excellence for International Cooperation and Creative Economy (G-CINC) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf, K. Candra Negara, mengatakan G-CINC menjadi salah satu wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mendapatkan wawasan seputar sektor ekonomi kreatif hingga memunculkan peluang kerjasama antar mitra ekonomi kreatif di dunia.

Baca juga:  Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo : Pemerintah Sangat Serius Membangun Pariwisata

Sebab, program G-CINC mendatangkan para pakar dari berbagai negara untuk sharing pengalaman dan expertise di bidang ekonomi kreatif.

"Komitmen G-CINC adalah untuk mengarusutamakan isu-isu ekonomi kreatif dan memenuhi mandat Bali Agenda for Creative Economy," ujar Candra dalam siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (24/10/2020).

 

Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang yang turut berdampak karena adanya pandemi Covid-19. Karenanya, menjajaki kerja sama dengan beberapa mitra ekonomi kreatif dunia yang mempunyai reputasi dan kapabilitas yang baik, akan menciptakan peluang sektor parekraf di Indonesia turut bangkit dan berkembang di kancah internasional.

"Sektor ekonomi kreatif memberikan peluang yang baik bagi Indonesia. Oleh karenanya sektor ekonomi kreatif ini harus memperkuat jaringan kerja sama internasional untuk memperluas kerja sama dengan mitra nasional dan internasional dan saya yakin dapat memunculkan peluang-peluang yang baik," ujar Candra.

Baca juga:  Angela Tanoesoedibjo: Pelaku Pariwisata Indonesia Harus Siap Berkompetisi

Candra berharap, G-CINC dapat memunculkan peluang antara pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dengan pelaku ekonomi kreatif di berbagai negara untuk berkolaborasi menciptakan suatu karya yang bermanfaat bagi negara.

"Melalui acara G-CINC yang dihadiri oleh banyak pakar seperti dari Kamboja, Vietnam, Singapura dan Australia, saya berharap kita bisa lebih banyak berkolaborasi setelah selesainya program ini," ujar Candra.

Sementara Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual pada Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Hari Prabowo, menjelaskan, bahwa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder turut membantu mempromosikan industri kreatif Indonesia.

"Meskipun lagi pandemi Covid-19 tapi kita optimis maju terus karena keberlangsungan acara ini sangat berarti untuk kita. Kita memiliki tujuan untuk memulihkan ekonomi, salah satunya dengan workshop ini. Kita akan terus berkolaborasi dengan stakeholder untuk mempromosikan industri kreatif indonesia," ujar Hari.

Direktur Eksekutif Kamboja Living Art, Phloeun Prim, menjelaskan salah satu cara untuk membangkitkan sektor ekonomi kreatif di negara Kamboja adalah dengan memberikan beasiswa kepada masyarakatnya yang ingin mempelajari dunia industri kreatif.

"Jadi kita menyediakan beasiswa. Kita juga menyediakan pengembangan keterampilan secara profesional, karena seni juga membutuhkan kreativitas dan mengekspresikan diri dengan cara mereka sendiri," ujar Phloeun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini