Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Jadikan Sangkulirang Wisata Petualangan, Protokol CHSE Ketat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 01:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 620 2313121 kemenparekraf-jadikan-sangkulirang-wisata-petualangan-protokol-chse-ketat-4pcU7DccQm.jpg FGD Sangkulirang Road to Adventure Travel. (Foto: Dimas/Okezone)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang mempersiapkan program dan strategi bangkit pascapandemi melalui pengembangan wisata minat khusus berbasis alam serta edukasi. Implementasi protokol CHSE (cleanliness, health, safety, environment) dipraktikkan di sini.

Program pengembangan wisata minat khusus alam di Pulau Kalimantan diawali dengan kegiatan FGD Sangkulirang Road to Adventure Travel pada 19 November 2020 di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Kalimantan mempunyai potensi alam yang luar biasa. Pariwisata dapat hadir sebagai sebuah sektor pelapis kedua untuk menjadi tulang punggung pendapatan daerah,” tutur Drs. Alexander Reyaan M.M selaku Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf, di Hotel Royal Victoria, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Kawasan Karst Kalimantan Timur merupakan salah satu peninggalan batuan kapur yang cukup tua di Indonesia. Struktur tebing bebatuan yang kokoh nan indah menjadi daya tarik tersendiri. Terdapat juga lorong rongga yang membentuk gua bawah tanah dan berisikan lukisan tangan pra sejarah dengan ragam kisah dibaliknya.

Berlokasi di dua kabupaten yaitu Kutai Timur dan Berau, Karst Sangkulirang, Mangkalihat ini berada di kondisi geografis dan alam yang dapat menjadi peluang pengembangan pariwisata minat khusus berbasis alam.

Drs. Alexander Reyaan M.M menyampaikan juga berdasarkan kondisi perkembangan potensi wisata minat khusus, saat ini wisatawan memiliki kecenderungan memilih ekowisata menjadi pilihan utama. Karena dengan banyaknya area terbuka, akan lebih meminimalisir resiko penyebaran pandemi Covid-19.

 alex

Ekowisata juga harus menerapkan pedoman menjaga lingkungan hidup dan keberagamannya dalam menjalankan konsep wisata berkelanjutan (sustainability tourism) serta penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan atau CHSE (cleanliness, health, safety, environment).

Baca Juga: Protokol CHSE Digenjot Sambut Wisman, Kemenparekraf Siapkan Kejutan Besar

Selain penerapan protokol CHSE dan pengenalan daya tarik wisata minat khusus di Sangkulirang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI juga memberikan program dukungan terhadap komunitas lokal dalam upaya bersama meningkatkan pengembangan pariwisata minat khusus berbasis alam.

Bentuk dukungan yang diberikan kepada komunitas yang juga merupakan pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu berupa penyediaan peralatan dan perlengkapan climbing. Dukungan yang diberikan pada saat kegiatan FGD Sangkulirang Road to Adventure Travel ini bertujuan selain untuk membangkitkan kembali pariwisata melalui Komunitas Ekowisata Kabupaten Berau Kerima Puri (Hutan Nan Asri) dan Komunitas Ekowisata Kabupaten Kutai Timur Seribu Menara Karst (Personifikasi Gunung Gergaji) juga untuk memberikan rasa aman kepada para wisatawan ekowisata di Kawasan Karst Sangkulirang.

Turut serta dalam diskusi panel FGD, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kaltim Sri Wahyuni yang menjelaskan tentang rencana review draft Ripparda Kaltim. Menurut Sri Wahyuni, semula Ripparda Kaltim menetapkan tujuh Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP) Kaltim yang lebih berdasarkan teritori bukan destinasi.

Maka, dalam review dibentuk dari 7 KPP menjadi 3 KSPP (Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi) dan 3 KPPP (Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi) berbasis destinasi.

Baca Juga: Jelang Libur Panjang, Pengelola Wisata di Yogyakarta Diminta Ketat Berlakukan Prokes

Review ini lanjutnya, berdasarkan Ripparnas untuk Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), KSPP (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) dan KPPP (Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional) di Kaltim.

"Review untuk memudahkan fokus pengembangan destinasi dengan kawasan yang delineasenya satu area, disusun kembali kawasan pengembangan berdasarkan destinasi bukan teritori," jelasnya.

Jelang Libur Panjang, Pengelola Wisata di Yogyakarta Diminta Ketat Berlakukan Prokes

Dunia sudah melihat Sangkulirang Mangkalihat sebagai kawasan karst dunia yang terancam apabila tidak dilakukan upaya-upaya penyelamatan. Penyusunan rencana Road to Adventure Travel di Sangkulirang dipercaya sebagai solusi membawa dampak untuk keberlanjutan kawasan.

Perlindungan secara terorganisir akan turut berkontribusi dalam percepatan Sangkulirang Mangkalihat sebagai kawasan warisan dunia yang ada di Kalimantan Timur. Peran serta pariwisata juga menjadi bagian dari upaya yang dapat kita lakukan untuk menjawab permasalahan kawasan hari ini.

Alam telah menyediakan potensi sumber daya alam yang menakjubkan lewat Karst Sangkulirang Mangkalihat. Sekarang tugas kita bersama memelihara dan melestarikannya sehingga bukan hanya masyarakat lokal yang dapat menikmatinya, namun juga dunia.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini