Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin Covid-19 Bakal Punya Efek Samping Lebih Kuat dari Suntikan Flu

Kezia Putri Sagita, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 620 2318349 vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu-cAlHTJX0GC.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PANDEMI Covid-19 mulai menemukan titik terang, setelah perusahaan obat Pfizer dan BioNTech mencatatkan keberhasilan vaksin corona di atas 90 persen. Vaksin itu pun bekerja dengan baik pada orang-orang dari segala usia dan etnis.

Uji coba tersebut melibatkan 41.000 orang di seluruh dunia. Sebagian diberi vaksin, dan yang lainnya diberi plasebo. Meski demikian, vaksin Covid-19 tetap memiliki efek samping.

Namun, Dr. Marc Siegel, Profesor Kedokteran Universitas New York-Langone, mengatakan efek samping ini cenderung bertahan tidak lebih dari satu hari. Menurutnya, vaksin Covid-19 memang memiliki efek samping yang lebih kuat daripada suntikan flu.

"Orang-orang perlu mengetahui efek sampingnya, sehingga mereka siap untuk itu dan memahami bahwa efek samping mempengaruhi sebagian kecil orang dan bersifat sementara," jelasnya seperti dilansir dari foxnews.

Ia menambahkan, 2 persen subjek vaksin Moderna dan Pfizer mengalami demam dan hanya beberapa subjek mengalami kelelahan yang intens. Oleh karena itu, dia ingin semua orang di seluruh negeri tervaksinasi, termasuk petugas kesehatan dan petugas darurat.

Baca Juga: Menjadi Harapan, Benarkah Vaksin Covid-19 Aman?

Di Indonesia, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih berharap, pemerintah bisa menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat. Itu karena vaksin menjadi harapan besar agar masyarakat tak tertular Covid-19.

“Kami semua, saya petugas kesehatan memang berharap begitu. Jadi mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan bagi seluruh rakyatnya untuk bisa vaksin. Karena vaksin itu harapan besar supaya kita tidak tertular Covid-19,” kata Daeng M Faqih

Namun, Daeng menegaskan, vaksinasi memang betul cara pencegahan Covid-19, tapi tidak satu-satunya. Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

“Vaksinasi memang betul cara pencegahan yang sangat baik, tetapi tidak satu-satunya. Ini yang perlu dicamkan. Sehingga, untuk menghasilkan pencegahan agar tidak tertular Covid-19 yang sangat baik, vaksinasi juga dipadukan dengan protokol kesehatan yang 3M,” ujar Daeng.

Ia juga mengingatkan, ketika nanti setelah dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Pasalnya, tubuh memerlukan antibodi agar tidak terpapar Covid-19.

Chief Digital Healthcare Officer Bio Farma Soleh Ayubi mengatakan, bagi yang mandiri nantinya akan dijual baik secara online maupun offline. Menurut Soleh, proses awal pemerintah akan melakukan sosialisasi melalui media online, cetak, elektronik hingga media sosial.

Dalam penjualannya nanti akan dilakukan lewat beberapa channel baik online maupun offline. Untuk proses melalui aplikasi ada 7 tahapan yang harus dilakukan.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tak Cukup Jamin Keamanan Perjalanan Luar Negeri

Pertama pasien melakukan registrasi dan pre-order. Tahap pertama itu bertujuan untuk menangkap data masyarakat apakah sesuai dengan ketentuan vaksinasi COVID-19.

Kedua, pasien melakukan reservasi dan melakukan pembayaran. Aplikasi itu akan memunculkan notifikasi pengingat untuk melakukan pembayaran.

Ketiga pasien juga akan menerima reminder tentang proses vaksinasi. Tahap keempat pasien diingatkan untuk mengisi form consent atau assent form.

Namun, Daeng menegaskan, vaksinasi memang betul cara pencegahan Covid-19, tapi tidak satu-satunya. Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

“Vaksinasi memang betul cara pencegahan yang sangat baik, tetapi tidak satu-satunya. Ini yang perlu dicamkan. Sehingga, untuk menghasilkan pencegahan agar tidak tertular Covid-19 yang sangat baik, vaksinasi juga dipadukan dengan protokol kesehatan yang 3M,” ujar Daeng.

Ia juga mengingatkan, ketika nanti setelah dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Pasalnya, tubuh memerlukan antibodi agar tidak terpapar Covid-19.

Chief Digital Healthcare Officer Bio Farma Soleh Ayubi mengatakan, bagi yang mandiri nantinya akan dijual baik secara online maupun offline. Menurut Soleh, proses awal pemerintah akan melakukan sosialisasi melalui media online, cetak, elektronik hingga media sosial.

Dalam penjualannya nanti akan dilakukan lewat beberapa channel baik online maupun offline. Untuk proses melalui aplikasi ada 7 tahapan yang harus dilakukan.

Pertama pasien melakukan registrasi dan pre-order. Tahap pertama itu bertujuan untuk menangkap data masyarakat apakah sesuai dengan ketentuan vaksinasi COVID-19.

Kedua, pasien melakukan reservasi dan melakukan pembayaran. Aplikasi itu akan memunculkan notifikasi pengingat untuk melakukan pembayaran.

Ketiga pasien juga akan menerima reminder tentang proses vaksinasi. Tahap keempat pasien diingatkan untuk mengisi form consent atau assent form.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini