Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Candi Prambanan Dibangun dalam Waktu Semalam, Mungkinkah?

Antara, Jurnalis · Senin 30 November 2020 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 620 2318672 candi-prambanan-dibangun-dalam-waktu-semalam-mungkinkah-8pDiKFSN4R.jpg Candi Sewu Prambanan saat perayaan Waisak 2017 (ANTARA)

PEGIAT pelestarian sejarah dan budaya Asep Kambali mengatakan, wisata sejarah dan budaya di Indonesia kerap kali mengeksplorasi hal yang tidak logis untuk menarik perhatian wisatawan.

"Misalnya cerita Candi Prambanan dibangun Bandung Bandawasa dalam waktu semalam untuk Rara Jonggrang. Anak milenial sekarang merasa tidak masuk akal," kata Asep dalam Traval LIVE Virtual Indonesia yang diikuti melalui akun Youtube Pesona Indonesia di Jakarta, Minggu kemarin.

Baca juga:  5 Tips Menabung bagi Milenial yang Ingin Traveling ke Luar Negeri

Asep mengatakan ada hal-hal logis yang sebenarnya bisa dieksplorasi pada Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang bisa diceritakan dan menginspirasi. Misalnya, teknologi apa yang digunakan sehingga Candi Borobudur bisa bertahan ratusan tahun.

Menurut Asep, teknologi yang digunakan nenek moyang untuk membangun Candi Borobudur sehingga kuat bertahan ratusan tahun tidak banyak disampaikan ke masyarakat. Justru cerita misteri dan mistis yang lebih banyak beredar.

"Padahal pada candi ada teknologi sistem batu kunci, yaitu antara batu satu dengan yang lain saling mengunci, dan ada beberapa sistem batu kunci. Itu yang membuat Candi Borobudur kuat dan bisa bertahan ratusan tahun," tuturnya.

Candi Borobudur dengan sistem batu kunci tersebut membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia memiliki teknologi yang tinggi pada zamannya.

"Terbukti nenek moyang kita memiliki teknologi yang keren. Hal-hal seperti itu yang menurut saya bisa dieksplorasi," ujarnya.

Baca juga:  Mau Glamping Seru di Ciwidey? Ini Pilihan Destinasi yang Pemandangannya Keren Banget

Asep mengatakan Candi Borobudur dengan nilai sejarahnya bisa menjadi salah satu potensi pariwisata Indonesia. Pariwisata sejarah dan budaya seharusnya menjadi inti dari pengembangan pariwisata Indonesia.

"Kita kaya karena ada 750 bahasa dan 1.200 suku. Belum lagi kekayaan laut dan alam. Saya kita itu bisa menjadi penopang dan sumber devisa yang keren," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini