Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin Covid-19 Tumpul pada Alkohol, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 620 2327914 vaksin-covid-19-tumpul-pada-alkohol-benarkah-o2dNHQf5td.jpg Ilustrasi vaksin Covid-19 (Foto : Scitechdaily)

Minum alkohol usai disuntikkan vaksin Covid-19 dapat secara signifikan menumpulkan respons kekebalan tubuh dan berpotensi membuat vaksin tak berfungsi sama sekali di tubuh.

"Kami sangat menyarankan agar masyarakat menahan diri untuk tidak mengonsumsi alkohol selama tiga hari setelah disuntikkan vaksin Covid-19," papar Alexander Gintsburg, Kepala Pusat Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya di Moskow, Rusia, yang mengembangkan vaksin Sputnik V, pada New Scientist.

Ia menegaskan bahwa peringatan tersebut tidak hanya berlaku pada vaksin Sputnik V, tetapi semua vaksin Covid-19 yang ada di seluruh dunia.

Jika merujuk pada literatur ilmiah yang ada tentang kaitan alkohol dengan sistem kekebalan tubuh memang menunjukkan bahwa kandungan alkohol dalam tubuh yang berlebihan merupakan imunosupresan. Ini berarti, peminum alkohol lebih mudah terkena infeksi.

"Peminum berat memiliki banyak masalah dan fungsi kekebalan yang buruk adalah salah satunya," kata ahli imunologi Eleanor Riley dari Universitas Edinburg, Inggris.

Alkohol

Lebih lanjut, dalam uji coba, sekitar 10 persen orang tidak menjadi kebal setelah menerima vaksin Sputnik V dan angkanya serupa untuk vaksin lain. Alasannya tidak diketahui, termasuk apakah itu karena alkohol yang mungkin dikonsumsi subjek penelitian setelah disuntikkan vaksin.

Di sisi lain, sebuah studi yang dilakukan 2012 oleh para peneliti di Swedia menemukan bahwa konsumsi alkohol rendah hingga sedang sedikit menekan respons peradangan terhadap vaksin dalam melawan pneumonia bakteri, tapi tidak berdampak pada respons kekebalan.

Baca Juga : Vaksin Covid-19 Pfizer Diisukan Sebabkan Kemandulan, Ini Faktanya

Para peneliti pun mendefinisikan tingkat konsumsi alkohol ini sebagai asupan rata-rata kurang dari 30 gram sehari atau hampir sama dengan tiga vodka.

Gintdburg mengatakan bahwa meminum 300 gram vodka terbukti menekan produksi antibodi. "Tapi, segelas sampanye tidak masalah," katanya.

vaksin covid-19

Minggu ini Anna Popova, Kepala Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan tentang Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia (Rospotrebnadzor), memicu kontroversi di Rusia ketika dia menyarankan orang Rusia berhenti minum alkohol dua minggu sebelum disuntikkan vaksin Covid-19 pertama, lalu menahan minum selama 3 minggu selama menunggu disuntikkan vaksin Covid-19 kedua, dan 3 minggu usai disuntikkan. Jadi, totalnya 8 minggu orang Rusia diminta Anna Popova puasa alkohol.

Gintsburg paham bahwa informasi ini akan mengagetkan masyarakat. Tapi, saran tersebut diharapkan bisa memaksimalkan fungsi vaksin Covid-19 itu sendiri.

"Tentu saja kami tidak bicara soal larangan minum alkohol selamanya, tapi ini demi terciptanya respons imun yang baik supaya vaksin dapat melawan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 dan pandemi dapat ditangani," paparnya.

Menjadi catatan di sini ialah konsumsi alkohol berlebihan yang dapat secara signifikan mengurangi kekebalan dan oleh karena itu alkohol bisa mengurangi efektivitas vaksinasi atau bahkan membuatnya tidak memiliki fungsi sama sekali.

Paul Klenerman dari Universitas Oxford menambahkan, tidak diragukan lagi bahwa alkohol berlebihan yang kronis memiliki dampak signifikan pada banyak aspek kekebalan. "Yang tidak jelas adalah apakah jumlah kecil saja akan berdampak signifikan atau hanya jumlah besar," terangnya.

Sementara itu, New Scientist melakukan wawancara dengan subjek penelitian vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk menanyakan apakah ada pantangan tidak mengonsumsi alkohol itu. Hasilnya, tidak ada instruksi untuk pantang minum alkohol selama subjek divaksinasi.

vaksin covid-19

Hal serupa juga didapati pada subjek uji klinis vaksin Imperial College London yang berbasis di Inggris. Hasilnya tidak ada persyaratan tidak mengonsumsi alkohol dalam tenggat waktu tertentu selama proses uji klinis.

Namun, hal menarik ditemukan kantor berita ini. Berdasar lembar informasi yang diberikan kepada peserta uji klinis dikatakan di sana bahwa orang dengan kecurigaan atau ketergantungan alkohol atau narkoba tidak dapat mengambil bagian dalam penelitian. Tidak dijelaskan alasanya.

Pfizer mengatakan bahwa tidak ada peringatan tentang konsumsi alkohol yang diberikan kepada para subjek uji klinis vaksin mereka. Sementara itu, AstraZeneca yang sudah sepakat berkolaborasi dengan Sputnik V, tidak menanggapi permintaan informasi tentang alkohol dan vaksinasi ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini