Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Vaksin Covid-19 Harus Disuntik 2 Kali

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 620 2328829 alasan-vaksin-covid-19-harus-disuntik-2-kali-DWcOSTS4FF.jpg Suntik vaksin Covid-19 (Foto : Timesofindia)

Vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan Moderna memiliki banyak kesamaan, antara lain keduanya sangat efektif dalam uji klinis, merupakan vaksin virus corona berbasis gen, dan masing-masing memerlukan dua dosis per orang.

Menjadi banyak pertanyaan masyarakat adalah kenapa vaksin Covid-19 harus dua kali disuntikkan?

"Jika Anda melihat semua vaksin yang disetujui FDA, sebagian besar vaksin membutuhkan banyak dosis," terang Ahli Penyakit Menular dari UCLA Health Amerika, Otto Yang, dikutip dari The Verge.

Vaksin bekerja dengan memaparkan tubuh pada sebagian kecil virus sehingga sistem kekebalan dapat belajar mengenalinya. Lebih dari satu dosis berarti lebih banyak kesempatan bagi sistem kekebalan untuk mencari tahu secara tepat bagaimana melawan infeksi di masa depan.

Suntik Vaksin

Sistem kekebalan pun membutuhkan waktu paparan ekstra untuk mempelajari cara efektif melawan virus karena seperti yang dijelaskan Yang, vaksin tidak mereplikasi di dalam, beda dengan virus yang melakukam hal tersebut.

"Saat Anda pertama kali terpapar sesuatu, sistem kekebalan sebenarnya bekerja mulai dari awal karena belum mengenali 'sesuatunya' itu," papar Otto.

Patogen, seperti virus Covid-19, memiliki area spesifik yang disebut antigen yang memicu sel memproduksi antibodi untuk melawan infeksi. Nah, vaksin memicu produksi antibodi spesifik yang dapat melawan sesuatu seperti virus.

Baca Juga : Panduan Protokol Belanja di Pasar Cegah Covid-19

Lebih lanjut, beberapa dosis vaksin memberi tubuh kesempatan untuk memproduksi lebih banyak antibodi. Vaksin juga memberi tubuh pasokan sel memori yang kuat, yang mana itu akan tetap ada di dalam tubuh lama setelah terpapar. Sel-sel tersebut siap merespons antigen spesifik tersebut jika muncul lagi.

Dengan banyak dosis, tubuh terpapar lebih banyak antigen, sehingga lebih banyak sel memori yang dibuat, yang mengarah ke respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa mendatang.

Tapi, sel memori itu tidak bertahan selamanya dan akan mati seiring waktu. Inilah sebabnya mengapa orang membutuhkan suntikan penguat untuk mempertahankan respons kekebalan terhadap infeksi seperti tetanus dan difteri. Booster, seperti namanya, adalah pendorong respons yang sudah ditetapkan.

"Booster sering kali hanya satu tembakan karena itu pada dasarnya cukup untuk membangun respons daripada membuat respons baru. Tetapi, beberapa dosis awal berbeda dari suntikan penguat. Alasan kenpa orang diberikan beberapa dosis vaksin adalah karena menghasilkan respons awal itu lebih sulit daripada menghidupkan kembali respons yang sudah ada," ungkap Otto.

Vaksin Covid-19

Dua dosis adalah cara terbaik untuk membuat jumlah antibodi dan sel memori yang efektif, tetapi persyaratan tersebut menimbulkan masalah logistik. Artinya, dua kali lebih banyak alat yang digunakan, seperti jarum, botol, vaksin itu sendiri. Tidak hanya itu, masalah lainnya adalah bukan hal mudah untuk mengajak orang divaksinasi dua kali.

"Bisa jadi sangat sulit bagi orang untuk mengambil waktu lengang saat bekerja, mengatur penitipan anak, atau melakukan perjalanan agak jauh ke lokasi rumah sakit yang menyediakan layanan pemberian vaksin," kata Otto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini