Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menghitung Jumlah Vaksin Covid-19 untuk Booster para Nakes, Cukupkah?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 620 2450131 menghitung-jumlah-vaksin-covid-19-untuk-booster-para-nakes-cukupkah-abQvCw54LP.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH memang telah melakukan vaksinasi booster ketiga bagi tenaga kesehatan (Nakes), agar mereka menjadi semakin terlindungi selama bertugas merawat para pasien.

Guna memberikan suntikan booster tersebut, pemerintah pun mendatangkan vaksin Moderna yang dikhususkan untuk para nakes. Namun apakah jumlah vaksin booster tersebut cukup untuk mengcover semua nakes yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia saat ini telah mendapat bantuan vaksin buatan Moderna dari pemerintah Amerika sebanyak 4 juta dosis. Vaksin ini yang akan didistribusikan kepada para nakes sebagai booster.

"Sebanyak 1,5 juta dosis kita alokasikan pertama kali untuk seluruh nakes sebagai single shot satu suntikan booster ketiga. Tolong para nakes dan dinas kesehatan segera melakukan penyuntikan," ujar Menkes Budi dalam sesi jumpa pers di channel YouTube Sekretariat Presiden.

Selain itu, Menkes Budi juga mengimbau jajarannya untuk benar-benar mengalokasikan semua vaksin booster ketiga tersebut hanya untuk nakes. Sebab animo masyarakat terkait dengan vaksin, sangatlah besar. Banyak masyarakat yang ingin juga mendapatkan vaksinasi booster ketiga agar lebih terlindungi dari Covid-19.

"Saya mohon dengan sangat, tolong vaksin tersebut jangan dialihkan ke non nakes. Kita harus prioritaskan nakes karena merekalah tentara yang bertempur sehari-hari," katanya.

“Saya mohon sekali agar itu segera disuntikkan ke seluruh nakes agar mereka lebih siap kalau ada pasien-pasien yang masuk. Selain itu semua komponen masyarakat juga tolong, secara etika masih banyak rakyat Indonesia yang belum mendapatkan vaksin,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini masih ada 140 juta masyarakat yang belum mendapatkan dosis pertama, sebab yang baru mendapatkan vaksin hanya 68-70 juta. Sehingga booster ketiga hanya akan diberikan kepada tenaga kesehatan, karena mereka berisiko tinggi tertular Covid-19.

“Tapi sisanya tolong kita berikan 140 juta masyarakat yang belum. Saya menyadari banyak yang ingin mendapatkan booster ketiga, tapi berikanlah itu ke Nakes yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pandemi ini,” tuturnya.

Ia memperkirakan sekira 1,5 juta nakes yang tersebar di seluruh Indonesia bakal mendapatkan vaksin booster ketiga ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menegaskan peruntukan booster ini tidak untuk masyarakat umum. Sebab saat ini Indonesia masih menghadapi keterbatasan pasokan vaksin dan masih ada lebih dari 160 juta penduduk sasaran vaksinasi yang belum mendapatkan suntikan.

Walaupun begitu, pemberian vaksin booster ini tetap memperhatikan kondisi kesehatan dari sasaram vaksinasi. Jika seseorang memiliki alergi memang tidak boleh mendapatkan vaksin dengan platform mRNA, maka bisa menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua. Ia menjelaskan vaksin Moderna yang akan dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273.

Penyuntikan vaksin ini dilakukan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak 1 dosis. Vaksin ini tersedia dalam bentuk suspensi beku dengan kemasan 14 dosis per vial. Penyimpanan, distribusi dan penggunaan vaksin telah diatur dalam SE Ditjen P2P No. HK.02.01/1/1919/2021.

Untuk menghindari kerusakan maupun kesalahan pengambilan, perlu disimpan secara terpisah dalam rak atau keranjang vaksin yang berbeda agar tidak tertukar dengan vaksin rutin. Dengan dimulainya vaksinasi booster bagi para nakes sejak 23 Juli 2021 di RSCM Jakarta, program vaksinasi ini akan terus dilakukan unit pelaksana teknis vertikal Kementerian Kesehatan khususnya di rumah sakit vertikal.

Nantinya vaksinasi booster ketiga ini akan diperluas secara bertahap di seluruh fasyankes di Indonesia. Dokter Nadia berharap vaksinasi booster ini bisa dilaksanakan sesegera mungkin supaya cepat selesai.

Jika masih ditemui ketidaksesuaian data penerima vaksinasi booster, ia mengimbau kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit atau puskesmas, ataupun pimpinan klinik atau pimpinan fasyankes segera melakukan perbaikan data ke Kementerian Kesehatan.

“Kalau dia adalah tenaga kesehatan tapi tidak tercatat atau dia tercatat misalnya di pemberi pelayanan publik, maka dia bisa melakukan perubahan data ke Badan PPSDM Kesehatan melalui email [email protected] untuk melakukan perbaikan data,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini