Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Panti Asuhan Diperkosa dan Dianiaya, LPSK Tekankan Pentingnya Rehabilitasi Psikologis

Indra Purnomo, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 620 2507672 anak-panti-asuhan-diperkosa-dan-dianiaya-lpsk-tekankan-pentingnya-rehabilitasi-psikologis-LhL74bqG0K.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menekankan pentingnya pemulihan psikologis terhadap anak panti asuhan yang menjadi korban penganiayaan dan pelecehan seksual di Malang.

Menurut Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution, apa yang dialami korban adalah kejadian yang akan berdampak panjang terhadap psikologisnya. Apalagi korban berusia anak dan masa depannya masih panjang.

"Jangan sampai kejadian yang menimpa terus membekas dan membayangi korban hingga dia dewasa," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Viral Remaja Perempuan Dianiaya 8 Temannya di Malang


Baca juga: Senggolan di Jalan, Pria Ini Ditikam Usai Pukul Tersangka

Selain itu, Nasution mendesak penegak hukum dapat memproses kasus tersebut tanpa melupakan pemulihan bagi korban. Dia berujar, LPSK membuka pintu jika korban dan keluarga atau pengacara, mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK.

"Karena sebagai representasi negara, kehadiran LPSK bertujuan memberikan perlindungan dan bantuan bagi korban tindak pidana. Salah satunya tindak pidana tertentu yang menjadi prioritas penanganan di LPSK adalah kekerasan terhadap anak," tuturnya.

“Korban dapat mengakses perlindungan dan bantuan medis, termasuk rehabilitasi psikologis dan psikososial melalui LPSK. Tidak itu saja, korban juga dapat mengajukan restitusi atau ganti kerugian terhapap pelaku yang proses perhitungannya dilakukan LPSK," sambungnya.

Pada kasus penganiayaan dan pelecahan seksual anak panti asuhan yang masih berusia 13 tahun di Malang ini, Nasution juga menyayangkan mereka yang menjadi pelaku juga berusia anak.

Kejadian ini menggambarkan bagaimana kondisi pendidikan terhadap anak-anak saat ini sehingga memerlukan perhatian ekstra dari banyak pihak.

"Perlu perhatian ekstra dari kita semua. Beban itu bukan saja menjadi tanggung keluarga, tetapi tenaga pendidik, pemerintah daerah dan lingkungan masyarakat," kata Nasution.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini