Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Ampuh Hadapi Varian Omicron: Vaksinasi Covid-19 Harus Capai 90%

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 29 November 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 620 2508994 cara-ampuh-hadapi-varian-omicron-vaksinasi-covid-19-harus-capai-90-sTUUNZcyhH.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

SELAMA pemberian vaksin Covid-19 belum merata, maka potensi virus Covid-19 untuk mengalami mutasi akan sangat besar. Nah, salah satu varian terbaru yang muncul adalah varian B.1.1.529 atau yang dikenal sebagai varian omicron.

Varian omicron sendiri, sudah ditetapkan sebagai varian of concern (VoC) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Varian tersebut, muncul di Afrika Selatan dan sudah menyebar ke berbagai negara di benua Eropa dan bahkan Asia, seperti di Hong Kong.

Sebagai langkah antisipasi mencegah masuknya varian yang ditengarai lebih cepat menular daripada varian delta ini, saat ini pemerintah lewat Kementerian Perhubungan sudah memperketat jalur-jalur pintu masuk internasional dan menutup sementara masuknya para Warga Negara Asing (WNA) dari negara-negara yang terkonfirmasi memiliki kasus positif varian omicron.

Epidemiolog Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, mengatakan selain langkah mitigasi, menurutnya pemerintah saat ini harus lebih menggenjot lagi program vaksinasi Covid-19.

“Yang harus dilakukan saat ini adalah mitigasi, pemerintah sudah benar dengan menerapkan ppkm bertingkat, perbatasan jelang Nataru. Namun, yang lebih giat lagi adalah vaksinasi, ini penting sekali,” tutur dr. Dicky kala dihubungi melalui sambungan telefon.

Dari kacamata epidemiolog, ia merujuk pada kasus omicron yang banyak terjadi dominan pada orang-orang yang belum divaksin. Dicky menggarisbawahi, vaksin di sini efektivitasnya lebih mengarah untuk mencegah level keparahan dan kematian.

“Tapi harus diingat, efektivitasnya itu lebih kepada mencegah keparahan dan kematian. Tapi dalam hal efektivitas mencegah terjadinya infeksi, mencegah menularkan ke orang lain itu enggak atau belum,” imbuhnya.

Maka dari itu, menurutnya untuk menekan laju penularan varian omicron, saat ini pemerintah harus fokus pada penguatan di sektor vaksinasi. Dicky menyebutkan, merujuk pada data di Afrika Selatan, vaksinasi terbukti masih efektif walau pun efektivitasnya dalam hal mencegah keparahan ataupun kematian.

“Penguatan di vaksinasi, harus diketahui vaksinasi terbukti dari data Afrika Selatan saat ini, terbukti masih efektif dalam hal mencegah keparahan ataupun kematian. Konteks kita, cakupannya menurut saya, sudah harus lebih dari 90 persen," katanya.

"Sudah enggak bisa 70 atau 80 persen, vaksinasi 90 persen at least dua dosis harus kita kejar. Termasuk urgensi booster untuk kelompok beresiko, ini harus cepat kita lakukan di awal tahun. Termasuk vaksinasi untuk anak-anak, ini harus segera dan merata,” tegas dr. Dicky

Dicky mengingatkan, selain menggenjot vaksinasi, masyarakat dan pemerintah juga tidak boleh abai dan harus mengombinasikan metode 3T (tracing, testing, treatment), protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari keramaian) serta surveillance genomic di bawah payung penerapan aturan PPKM bertingkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini