Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Reisa Ingatkan Umur Antibodi Vaksin Covid-19 Cuma 6 Bulan

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 620 2630333 dokter-reisa-ingatkan-umur-antibodi-vaksin-covid-19-cuma-6-bulan-bwe2vKdM6h.jpg Dokter Reisa. (Foto: Instagram)

ANGKA Covid-19 di Indonesia memang masi mengalami kenaikan, tercatat kasus positif Covid-19 1.829 kasus untuk subvarian BA.5 saja. Bila dibandingkan kota lain, DKI Jakarta lah paling tinggi, di mana untuk subvarian BA.4 juga sebanyak 146 kasus.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengatakan perlu sistem kekebalan tubuh atau antibodi bagi masyarakat untuk menangkal Covid-19 . Oleh karena itu, dibutuhkan vaksinasi booster, guna menekan jumlah orang yang mengalami sakit berat hingga kematian atas Covid-19.

"Vaksinasi booster ikhtiar kita sangatlah penting ketika masyarakat memiliki imunitas yang tinggi. Terbukti penularan kasus disekitar pun menurun, jumlah orang yang sakit berat dan meninggal dunia," ujar dr Reisa dalam Konferensi Pers di YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sistem kekebalan tubuh bisa menurun. Setelah 6 bulan divaksinasi dosis lengkap, atau dosis 1 dan 2. Maka vaksinasi booster dibutuhkan untuk meningkatkan antibodi kembali. Mengingat jumlah kasus perdata tanggal 12 Juli 2022, kasus varian BA.4 didominasi oleh DKI Jakarta sebanyak 146.

Kemudian jumlah kasus BA.5 hingga 1.829 diketahui. Lebih lanjut, ia pun mengingatkan bahwa target capaian vaksinasi booster terus ditingkatkan sampai standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Sehingga penyuntikkan booster ini dibutuhkan agar antibody meningkat kembali, sehingga memberikan proteksi yang optimal. Target dari who menyarankan jumlah harus divaksin booster sebanyak 50 persen penduduk," jelasnya.

Berikut keterangan lengkap jumlah kasus disampaikan oleh dr Reisa, antara lain;

- DKI Jakarta: 146 (kasus BA.4) dan 1.829 (kasus BA.5)

- Jawa Timur: 17 (kasus BA.4) dan 166 (kasus BA.5)

- Bali: 17 (kasus BA.4) dan 77 (kasus BA.5)

- Jawa Barat: 3 (kasus BA.4) dan 57 (kasus BA.5)

- Jawa Tengah: 10 (kasus BA.5)

- Banten: 1 (kasus BA.4) dan 15 (kasus BA.5)

- Kalimantan: 5 (kasus BA.5)

- Sulawesi Selatan: 2 (kasus BA.5)

- Sumatera Selatan: 1 (kasus BA.5)

Jumlah kasus diketahui, dikatakan setelah melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi kedua subvarian itu. "Pemeriksaan WGS untuk mendeteksi varian ini sudah dilakukan dan hasilnya sampai 12 Juli 2022. Diketahui jumlah liniech omicron BA.4 sebanyak 146 di Jakarta, 17di Jawa Timur, 17 di Bali, 3 di Jawa Barat dan 1 Banten," jelasnya.

"Sedangkan untuk Omicron BA.5 diketahui 1.829 kasus di DKI Jakarta, 166 di Jawa Timur, 77 di Bali, 57 di Jawa Barat, 15 di Banten, 10 di Jawa Tengah dan 5 di Kalimantan, 2 di Sulawesi Selatan dan 1 di Sumatra Selatan," sambung dr Reisa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini