Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah selama periode 28-29 Agustus 2026. Karhutla tercatat terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Status masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diperpanjang selama 14 hari. Dengan demikian, status tanggap darurat yang semula berakhir pada 28 Agustus 2026 kini diperpanjang hingga 12 September 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini, terkait penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu data yang diperbarui yakni jumlah pengungsi.
Sebagian besar korban tewas akibat gempa adalah perempuan dan lansia.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan alasan banyak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah siap mengucurkan alokasi anggaran untuk mempercepat penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
BMKG juga mencatat, sebanyak 33 gempa susulan dengan magnitudo di atas M5 dan 143 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.
Jumlah korban luka-luka juga dilaporkan meningkat menjadi 1.666 orang.