Kumpulan Berita
Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mempelajari kemungkinan pengembangan status hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, setelah menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dialihkan dari Polri.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membentuk tim penyidik khusus untuk mengusut tiga perkara dugaan korupsi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dialihkan dari Polri. Tim tersebut terdiri dari sembilan penyidik yang didominasi jaksa "alumni" Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kuntadi saat ini menjabat Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung. Dia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 4 Januari 1970.
Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri, dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya kembali mendatangi Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Rabu (15/7/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan Jaksa Agung ST Burhanuddin telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto, yang berisi usulan nama calon Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pengganti Febrie Adriansyah. Prasetyo mengatakan, surat usulan tersebut telah diterima pemerintah pada Selasa (14/7/2026).
Kurnia kembali menegaskan komitmen tegas dari Presiden Prabowo Subianto terhada praktik kejahatan yang telah merugikan keuangan negara yang amat sangat besar.
Eks Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji menyebutkan, tidak ada perang bintang, perang bulan, hingga perang matahari dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat Eks Jampidsus Febrie Adriansyah lantaran para lembaga tersebut sudah satu bahasa.
Sopir truk, Andre membantah bahwa mengantuk atau kurang konsentrasi saat mengemudi hingga kendaraannya tersangkut di JPO tersebut. Ia mengaku hanya mengikuti jalur yang disajikan oleh fitur maps.