Kumpulan Berita

ojk


Hot Issue
9 January 2026

Waspada Sindikat Love Scam! OJK Sebut Kerugian Masyarakat Tembus Rp49 Miliar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti maraknya tren kejahatan finansial digital berbasis manipulasi psikologis atau yang dikenal dengan istilah Love Scam.

Hot Issue
9 January 2026

Utang Pinjol Warga Indonesia Kian Banyak! Tembus Rp94,85 Triliun

Outstanding pembiayaan pindar meroket 25,45 persen (yoy) dengan nilai nominal mencapai Rp94,85 triliun.

Hot Issue
9 January 2026

Perbankan Kucurkan Kredit Rp8.314,4 Triliun per November 2025, Naik 7,7 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit pada November 2025 tumbuh sebesar 7,74 persen secara tahunan (year-on-year)

Hot Issue
9 January 2026

OJK Blokir 2.263 Pinjol Ilegal, Kerugian Orang RI Korban Scam Rp9 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) sepanjang tahun 2025.

Hot Issue
9 January 2026

OJK Ungkap Kondisi Sektor Jasa Keuangan RI: Singgung China, AS hingga Venezuela

OJK menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi terjaga hingga penghujung tahun 2025.

Hot Issue
9 January 2026

Bank Bangkrut di Indonesia Bertambah Lagi pada 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Bank bangkrut di Indonesia bertambah lagi pada 2026 usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Suliki Gunung Mas.

Market Update
2 January 2026

Perketat Aturan Free Float, OJK Rilis Sederet Program Strategis Pasar Modal 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan pembenahan kualitas emiten sebagai prioritas utama dalam peta jalan pasar modal tahun 2026. Fokus utama otoritas kini tertuju pada penyempurnaan kebijakan saham publik atau free float, termasuk rencana penerapan skema continuous free float guna memastikan likuiditas pasar yang lebih sehat.

Market Update
2 January 2026

OJK Sebut Pergeseran Struktur Investor Bursa Domestik, Lebih Besar dari Negara Tetangga

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa hal menarik terkait pergeseran struktur investor di bursa domestik. Porsi investor ritel tercatat meningkat pesat dari 38 persen pada akhir 2024 menjadi 50 persen pada akhir 2025.