Kumpulan Berita

Ojk


Smart Money
29 December 2025

Kabar Pemutihan Data dan Penghapusan Utang Pinjol, OJK Ungkap Faktanya

Media sosial dihebohkan dengan kabar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menghapus tagihan pinjaman online (pinjol) dan data pinjol secara online

Hot Issue
29 December 2025

Berikut Daftar Lengkap Bank Bangkrut di Indonesia Sepanjang 2025

Daftar jumlah bank tutup dan bangkrut di Indonesia bertambah lagi sepanjang 2025. Menjelang akhir tahun, terdapat tujuh bank bangkrut di Indonesia.

Hot Issue
28 December 2025

Daftar 7 Bank Bangkrut di Indonesia Sepanjang 2025

Jumlah bank tutup dan bangkrut di Indonesia bertambah lagi sepanjang 2025. Menjelang akhir tahun, terdapat tujuh bank bangkrut di Indonesia.

Hot Issue
27 December 2025

OJK Terbitkan Aturan Baru Paylater, Ini Daftar Lengkapnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later (BNPL). Aturan ini sebagai upaya mitigasi risiko atas pesatnya perkembangan pembiayaan digital di sektor jasa keuangan.

Smart Money
25 December 2025

Aturan Baru Paylater Resmi Berlaku: Dari Penyelenggara hingga Penagihan, Cek di Sini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later (BNPL)

Smart Money
21 December 2025

Utang Pinjol Orang RI Tembus Rp92,9 Triliun, Ini 5 Cara Cek KTP Dipakai Pinjaman Online atau Tidak 

Masyarakat bisa mengecek pakai cara ini apakah KTP dipakai untuk pinjol atau tidak.

Market Update
15 December 2025

OJK Buka Suara soal Belum Ada BUMN IPO Lagi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau anak usahanya belum ada yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Adapun, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) merupakan BUMN terakhir yang melakukan IPO pada 2023 lalu.

Market Update
14 December 2025

OJK: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tahun Depan Lebih Aktif

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat di tahun 2026 mendatang. Hal itu seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap positif, stabilitas makroekonomi, serta membaiknya likuiditas di sistem keuangan.