Kumpulan Berita

Penyiraman Air Keras


Nasional
9 April 2026

Novel Baswedan Khawatir Kasus Andrie Yunus Diadili Sekadarnya

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ikut bersuara terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Nasional
8 April 2026

Komnas HAM Minta Puspom TNI Buka Akses Periksa 4 Pelaku Penyiraman Air Keras

Komnas HAM meminta ke Puspom TNI agar diberikan akses untuk bertemu dengan empat orang pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus.

Nasional
8 April 2026

Berkas Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan, TAUD: Terkesan Terburu-buru

Seluruh penanganan penegakan hukum ini dinilai tidak berorientasi pada kepentingan korban.

Nasional
8 April 2026

Keluarga Korban Kekerasan Oknum Aparat Dukung Pengusutan Kasus Andrie Yunus

Eva sendiri merupakan anak dari mendiang Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan yang menjadi korban pembunuhan berencana bersama seluruh keluarga saya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Nasional
8 April 2026

Novel Baswedan Terkejut Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditur Militer: Bukankah Korban Belum Diperiksa?

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku terkejut terkait penanganan perkara kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Nasional
8 April 2026

Proses Peradilan Kasus Andrie Yunus Diragukan, Pigai: Tekanan Publik dan Media Dibutuhkan!

Menurut Pigai, tekanan terhadap proses hukum ini sekaligus untuk menjawab keraguan terhadap penanganan kasus Andrie Yunus.

Nasional
7 April 2026

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie, Identitas Kapten Nandala Terungkap Lewat Label Barang Bukti

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI melimpahkan berkas perkara, tersangka, dan barang bukti kasus penyiraman air keras ke Oditur Militer II-08 Jakarta, Selasa (7/4/2026). Salah satu identitas pelaku mulai terungkap.

Nasional
7 April 2026

TNI Limpahkan Berkas Perkara 4 Tersangka Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer

TNI melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dengan empat tersangka prajurit TNI ke Pengadilan Militer Jakarta.