Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wajib Tahu, 7 Perkara Ini Membatalkan Puasa

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 620 2206260 wajib-tahu-7-perkara-ini-membatalkan-puasa-UhpzN2FT2b.jpg Menyambut Ramadhan (Foto: About Islam)

Seluruh umat Islam saat bulan Ramadhan ini, tentu ingin melaksanakan ibadah puasa dengan baik. Supaya puasa berjalan dengan baik tentunya kita harus menghindari perkara-perkara yang membatalkan puasa.

Lalu apa saja perkara-perkara yang membatalkan puasa?

puasa

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, perkara-perkara yang membatalkan puasa, antara lain:

1. Memasukkan sesuatu ke lubang tubuh dengan unsur kesengajaan

Memasukkan sesuatu ke lubang tubuh dengan unsur kesengajaan, seperti memasukkan sesuatu (makanan dan minuman) sengaja ke dalam mulut, hidung, telinga dengan unsur kesengajaan.

إِذَا نَسِيَ فَأَ كَالَ وَشَرِبَ فَلْيَتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

Artinya :

“Jika lupa hingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (Hadits Riwayat Bukhari 4/135 dan Muslim 1155)

2. Muntah yang disengaja

Muntah yang disengaja, kondisi muntah yang disengaja baik upaya main-main atau agar terdapat kondisi tertentu hingga makanan dan minuman keluar kembali. Namun jika muntah tak disengaja karena sakit seperti masuk angin, tidak mengapa.

"Tapi ingat, jangan sampai berusaha menelan sisa muntahan kembali," ujar Ustadz Ainul Yaqin, Selasa (28/4/2020).

3. Berjima'

Berjima' atau melakukan hubungan seks dengan lawan jenis dengan sengaja. Orang yang batal puasanya sebab hubungan seks ini juga dikenai kafarat atau denda dengan puasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu maka wajib baginya memberikan makanan pokok kepada 60 fakir senilai 3/4 liter beras setiap orangnya.

4. Keluarnya mani

Keluarnya sperma atau mani sebab terangsang karena bersentuhan kulit, yang tanpa melalui hubungan seksual, seperti onani, gesekan lawan jenis, sedangkan jika mimpi basah (ihtilam) maka puasa tetap sah dilanjutkan.

5. Perempuan yang datang bulan

Wanita atau perempuan datang bulan atau nifas ketika menjalankan puasa. Maka ia wajib mengganti, mengqhada' puasanya di lain waktu.

6. Menjadi gila

Orang yang menjadi gila atau hilang akal pada saat menjalankan ibadah puasa. Maka puasa yang dilakukannya dihukumi batal.

 Baca juga: Pengalaman Pertama Seorang Mualaf Ikut Puasa

7. Murtad

Keluar dari Islam atau murtad. Ketika ia sedang menjalankan puasa, tiba-tiba dia murtad atau menentang kebenaran Islam, agama, dan ajarannya. Maka Puasa orang tersebut batal, dan wajib mengqhada' puasa dengan sebelumnya memperbaiki keamananya dengan mentakrir syahadat ulang.

Lalu apa syarat sah puasa dan bagaimana rukunnya?

1. Muslim

Hanya muslim dan muslimah yang sah melaksanakan ibadah puasa. Sebab kewajiban puasa memang untuk muslim dan muslimah.

2. Niat

Berniat melakukan ibadah puasa

3. Berakal sehat atau waras, tidak gila

Hanya muslim yang berakal sempurna, waras tidak gila, dalam kondisi sadar ( tidak gila karena mabuk, cacat mental) yang sah puasanya.

4. Tidak dalam kondisi haid dan nifas bagi perempuan

5. Mengetahui kapan waktunya diperbolehkan berpuasa pada hari tersebut

Sedangkan soal rukun puasa, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin menjelaskan, rukun puasa pengertiannya adalah hal-hal yang menjadi ketentuan yang harus dilakukan dalam ibadah puasa, antara lain:

Pertama, niat puasa Ramadhan, sebagai bentuk komitmen menjalankan ibadah puasa Ramadhan, baik ucapan maupun hati.

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

“Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT semata," ujar Ustadz Ainul Yaqin.

Kedua, menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa. Menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa lainnya dari waktu imsak hingga Maghrib alias terbenam matahari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini