Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Penemuan Vaksin Virus Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 620 2232251 fakta-fakta-penemuan-vaksin-virus-covid-19-Lf2BxbYjyp.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PANDEMI virus corona Covid-19 yang menyerang dunia, membuat banyak perusahaan berlomba untuk menemukan obat yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Alhasil, saat ini banyak sekali obat yang menjadi kandidat untuk menyembuhkan Covid-19.

Tidak hanya itu, penelitian dilakukan lebih mendalam untuk menghasilkan obat tersebut aman dan efektif dikonsumsi para pasien. Merangkum dari Bussines Standar, Kamis (18/6/2020), berikut perkembangan terakhir obat-obat untuk menyembuhkan Covid-19.

Baca Juga: Jangan Latah Beli Dexamethasone, Dokter: Bukan Obat Cegah Covid-19

1. Dexamethasone mampu turunkan tingkat risiko kematian

obat

Dalam penelitian yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dexamethasone mampu menurunkan kematian hingga satu per tiga dari pasien Covid-19 dengan kondisi parah. Penelitian ini dilakukan dengan menguji kinerja obat murah itu terhadap dilakukan lebih dari 11.500 pasien di 175 rumah sakit di Inggris.

2. Inggris uji coba calon vaksin virus terbaru ke-300 orang

vaksin

Ilmuwan di Imperial College London, Inggris akan menyuntikkan imunisasi kepada 300 sehat pekan ini. Hal tersebut dilakukan untuk mencoba dua kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Imperial.

Baca Juga: 4 Style Dokter Cantik Lily Estelita Bikin Kamu Semangat Lawan Covid-19

3. Pengobatan virus corona dengan Ayurvedic

Pengobatan Ayurvedic yang menggunakan cara tradisional di India, dikabarkan mampu menyembuhkan pasien Covid-19 dala 5-14 hari. Pengujian itu dilakukan perusahaan asal India, Patanjali, dan akan terus dikembangkan setelah mendapat izin untuk uji klinis di Indore dan Jaipur.

4. Perusahaan farmasi Inggris akan Pasok 400 juta dosis vaksin Covid-19 ke Eropa

AstraZeneca Plc menandatangani kontrak dengan pemerintah Eropa untuk memasok vaksin potensial melawan virus corona di wilayah mereka. Perusahaan Inggris tersebut menjaminkan obatnya dapat membantu memerangi pandemi.

Namun sebelum diproduksi masal, AstraZeneca Plc harus menunggu penelitian final dari vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford. Jika tidak halangan, vaksin tersebut akan dikirim pada akhir 2020.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Tembus 40.400, Dokter Reisa: Virus Ini Benar-Benar Ada

5. Pengembangan vaksin J&J

Johnson and Johnson (J&J) segera memulai uji coba vaksin Corona miliknya kepada manusia di bulan Juli 2020. Jika tidak halangan, maka awal 2021 vaksin tersebut sudah mendapatkan persetujuan dan dimulai produksi masal.

Kepala riset ilmiah J & J Paul Stoffels mengatakan, perusahaannya sedang mencari partner untuk memproduksi dengan skala besar di banyak negara, termasuk India. Untuk proyek tersebut, J&J telah menerima dana dari Penelitian dan Pengembangan Lanjutan Biomedis (BARDA) pemerintah AS untuk mempercepat pengembangan vaksin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini