Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Keindahan Pulau Morotai, Saksi Bisu Dahsyatnya Perang Dunia II

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 16 Agustus 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 620 2262965 mengintip-keindahan-pulau-morotai-saksi-bisu-dahsyatnya-perang-dunia-ii-B3Rw35Re7z.jpg Morotai saksi bisu dashyatnya PD II (Foto : @ranijourney/Instagram)

Sebagai negara kepulauan, keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Tak hanya itu, setiap daerah juga menyimpan nilai-nilai sejarah yang menarik untuk dieksplorasi.

Beberapa di antaranya bahkan pernah menjadi lokasi perang di masa lampau. Seperti Kepulauan Morotai di Provinsi Maluku Utara. Di balik keindahannya yang begitu memesona, tempat ini dulunya menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya Perang Dunia II.

Menurut sejarah, Kepulauan Morotai dulu digunakan sebagai basis pertahanan Jepang selama Perang Dunia II berlangsung. Pulau ini kemudian diambil alih oleh sekutu dan digunakan sebagai landasan pesawat untuk menyerang wilayah Filipina dan Borneo Timur.

Pulau Morotai

(Foto : @ranijourney/Instagram)

Bila Anda berkesempatan mengunjungi Morotai, penduduk asli pulau ini dengan senang hati menceritakan kisah nenek moyang mereka ketika menyaksikan pertempuran sengit dari puluhan pesawat tempur di sepanjang Teluk Daruba. Bekas-bekas pertempuran itu pun masih terlihat jelas hingga saat ini.

Baca Juga : Keren! Jateng Segera Punya Objek Wisata Edukasi Terbesar di Asia Tenggara

Pasalnya, sebelum sekutu meninggalkan Morotai, mereka membakar semua bangunan yang mereka dirikan di Morotai, dan menyisakan sejumlah peninggalan perang. Mulai dari gua untuk bersembunyi dari serangan musuh, landasan pesawat, hingga kendaraan berlapis baja meski kondisinya saat ini sudah penuh karat.

Keindahan Pulau Morotai

Mengutip laman KSMtour.com, Minggu (16/8/2020), salah satu peninggalan Jepang yang paling terkenal di Pulau Morotai adalah bangkai pesawat Bristol Beufor. Bangkai pesawat tersebut tenggelam di kedalaman 40 meter, di lautan sebelah selatan Morotai.

Berkat penemuan bangkai pesawat inilah, penduduk Morotai menyadari bahwa mereka memiliki potensi wisata bahari yang begitu besar. Setidaknya, terdapat 25 spot atau titik penyelaman yang menyuguhkan kekayaan bawah laut Morotai.

Pulau Morotai

(Foto : @indounderwater.id/Instagram)

Beberapa spot tersebut antara lain, Tanjung Wayabula, Dodola Point, Batu Layar Point, Tanjung Sabatai Point, hingga Saminyamau. Di tempat ini, wisatawan akan disuguhkan pemandangan bawah laut yang begitu luar biasa indah dengan karakter air jernih berwarna biru tua. Kapan lagi, bisa melihat biota laut dengan latar belakang reruntuhan kapal yang terlihat megah.

Jangan khawatir! Bagi wisatawan yang tidak bisa diving, pesisir pantai Pulau Morotai juga menyuguhkan keindahan alam yang tidak kalah cantiknya kok. Hamparan pasir putih yang lembut siap menyambut Anda.

Ditambah lagi momen matahari terbenam yang begitu memukau. Untuk menikmati pemandangan tersebut, Anda bisa menyambangi Pulau Zum-Zum dan Pulau Dodola.

Cara menuju Morotai

Ada tiga cara menuju Pulau Morotai yaitu melalui jalur darat, udara dan jalur laut. Ketiga cara ini memiliki perbedaan waktu tempuh masing-masing.

Melalui jalur udara, Anda terlebih dahulu terbang menggunakan pesawat menuju Ternate. Ada pesawat yang transit terlebih dahulu di Manado, ada juga langsung terbang ke Bandara Sultan Babullah, Ternate.

Pulau Morotai

(Foto : @jesslyn_limm/Instagram)

Waktu terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Sam Ratulangi, Manado memakan waktu hampir empat jam, lalu dilanjutkan perjalanan 40 menit menuju Ternate.

Wisatawan juga menggunakan jalur laut jika hendak menuju Morotai. KM Geovani, kapal dari Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate biasanya berangkat sekira pukul 20.00 WITA dan tiba di Pelabuhan Imam Lastori, Morotai Selatan sekira pukul 06.00 WITA.

Sedangkan untuk jalur darat, dari Ternate Anda bisa menuju Sofifi lalu melanjutkan perjalanan menggunakan mobil ke Tobelo. Baru setelah itu berjalan ke Morotai. Total waktu yang ditempuh biasanya sekira empat jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini