Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Objek Wisata di Sulawesi Utara Terapkan Gerakan BISA

Subhan Sabu, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 620 2291553 5-objek-wisata-di-sulawesi-utara-terapkan-gerakan-bisa-Bq7hFECrIt.jpg Kampanye gerakan BISA di Sulawesi Utara (Okezone.com/Subhan)

MANADO - Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali meluncurkan gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) pada lima tempat wisata di Kabupaten Minahasa dan Kota Tumohon, Sulawesi Utara.

Gerakan BISA dikampanyekan sebagai upaya membangun kesiapan destinasi pariwisata menyambut era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19.

Lima objek wisata diterapkan gerakan BISA adalah Bukit Kasih Kanonang, Benteng Moraya, dan Suma ru Endo di Minahasa. Selanjutnya Taman Wisata Alam Kota Tomohon dan Gunung Mahawu di Kota Tomohon.

 Baca juga: Apa Itu CHSE Pariwisata dan Ekonomi Kreatif?

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Kurleni Ukar menyampaikan, di masa pandemi Covid-19, agar roda perekonomian dapat terus bergerak, masyarakat harus tetap produktif dengan menaati protokol kesehatan.

“Penerapan protokol kesehatan harus menjadi budaya baru yang dijalankan oleh seluruh pihak untuk bangkit kembali dengan menciptakan peluang-peluang baru di era adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Kurleni Ukar, Jumat (9/10/2020).

 

Kemenparekraf bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutananan Sulawesi Utara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minahasa, serta Dinas Pariwisata Kota Tomohon sudah mengajak 500 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk turut andil dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan destinasi pariwisata.

Sulawesi Utara menjadi titik pelaksanaan gerakan BISA ke-14. Lima objek wisata di Minahasa dan Tumohon diterapkan gerakan BISA secara serentak, pada Kamis 8 Oktober 2020.

 Baca juga: Maskapai dan Hotel Bali Perang Diskon di Era Corona

Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Hassan Abud menyatakan bahwa daerah yang berhasil menerapkan protokol kesehatan, maka akan berhasil mempertahankan status zona hijau, secara langsung akan mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung.

“Butuh kesadaran dan komitmen dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga masyarakat umum untuk menjadikan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) sebagai kebiasaan baru, dan 3T (testing, tracing, treatment) secara berkelanjutan," jelasnya

Selain itu, aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment/CHSE) juga merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi pada peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) Kemenparekraf mengedukasi para pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian lebih pada hal ini, utamanya di era normal baru.

Berbagai sarana pendukung CHSE diberikan untuk mendukung kesiapan destinasi, seperti alat semprot disinfektan, wastafel portabel, papan informasi Covid-19, cat tembok, cat kayu, cangkul, sapu, pengki, tempat sampah dan seterusnya.

Diharapkan kegiatan ini dapat diteruskan oleh Pemerintah Daerah, menjadi suatu kegiatan rutin yang dapat secara perlahan namun pasti akan memberi dampak signifikan untuk kebersihan, keindahan, keamanan destinasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini