Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Day Repo Rate Kembali Ditahan di Level 4%, Begini Faktanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 620 2294985 7-day-repo-rate-kembali-ditahan-di-level-4-begini-faktanya-tOTkS7Xq4H.jpg Bank Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menyelesaikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI beberapa waktu lalu. Banyak yang dibahas soal perekonomian Indonesia, termasuk suku bunga acuan BI.

Dari hasil tersebut, Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 4,0%. Demikian juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap 3,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.

 Baca juga: Lagi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 4%

Maka dari itu, Jakarta, Sabtu (17/10/2020), berikut fakta-fakta soal suku bunga acuan BI:

1. Suku Bunga BI Ditahan di 4%

Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 4,0%. Demikian juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap 3,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.

2. Alasan Menahan 7 Day Repo Rate

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry warjiyo mengatakan, BI lebih menekankan pada penguatan sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah.

"Ini perlunya menjaga stabilitas Rupiah tetap terjaga meskipun risiko meluasnya dampak Covid-19. Ini mempercepat realisasi APBN 2020 untuk mengurangi dampak Covid-19" katanya.

Baca juga: BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Level 4,0%

3. Suku Bunga Ditahan Perkuat Fundamental Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, akan memperkuat fundamental ekonomi serta memperkuat strategi operasi moneter.

"Kita memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah baik pusat dan daerah. Dan terus memperkuat stimulus fiskal dalam memulihkan," tandasnya.

4. BI terus Tempuh Langkah-Langkah Kebijakan Lanjutan di Tengah Covid-19

Bank Indonesia akan terus menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mempercepat program PEN dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

5. Rupiah Membaik di Oktober 2020

Pada September 2020, Rupiah tercatat melemah 2,13% (ptp) dipengaruhi tingginya ketidakpastian pasar keuangan, baik karena faktor global maupun faktor domestik. Pada awal Oktober 2020, nilai tukar Rupiah per 12 Oktober kembali menguat 1,22% (ptp) atau 0,34% secara rerata dibandingkan dengan level September 2020.

Penguatan Rupiah pada Oktober 2020 didorong kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik dipengaruhi meningkatnya likuiditas global dan tetap terjaganya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik. Dengan perkembangan ini, Rupiah sampai dengan 12 Oktober 2020 mencatat depresiasi sekitar 5,56% dibandingkan dengan level akhir 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini