Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Osteoporosis Hanya Serang Orang Tua, Benarkah?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 620 2299516 osteoporosis-hanya-serang-orang-tua-benarkah-Cic1XIP3j7.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa semua manusia mengalami pembentukan masa tulang sejak dalam kandungan hingga beranjak dewasa dan puncaknya pada usia 20 tahun.

Pada usia 35 tahun kepadatan tulang mengalami penurunan secara perlahan hingga ke usia 50 tahun. Wanita yang telah mengalami menopause lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria.

Pegal

Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen yang berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang. Karena itu, melalui peringatan Hari Osteoporosis Sedunia yang jatuh pada 20 Oktober 2020 ini diharapkan masyarakat lebih aware dalam menjaga kesehatan tulang.

"Osteoporosis adalah kondisi massa tulang berkurang (keropos) yang sering disebut Silent Killer karena bersifat diam dan sering kali tidak memiliki gejala sampai patah tulang pertama terjadi," ujar dr. Arif Soemarjono,M.D, Sp.KFR, FASCM beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Anya Geraldine Tampil Menggoda Terbalut Kain Transparan : Call Me Lingling

Selain itu, dokter Arif juga menjelaskan bahwa seringkali beredar mitos bahwa hanya orangtua yang dapat terserang osteoporosis. Padahal, wanita menopause juga lebih berisiko terserang osteoporosis. Menopause pada wanita pun dapat terjadi pada usia yang beragam.

"Ada beberapa mitos osteoporosis yang beredar di masyarakat seperti hanya wanita menopause yang bisa terkena osteoporosis, osteoporosis hanya bisa terjadi pada usia tua, osteoporosis tidak menyebabkan patah tulang, penderita osteoporosis dapat merasakan tulangnya semakin lemah, nyeri sendi disebabkan oleh obesitas dan asam urat,” jelas dr. Arif.

Selain osteoporosis, ada juga kelainan pembesaran pada tulang yang menyebabkan peradangan pada sendi. Hal ini membuat penderita sering merasakan nyeri sendi atau pegal-pegal.

"Osteoarthritis adalah peradangan pada sendi dan bisa disebabkan oleh obesitas, tulang membesar (hipertrofi tulang) dan benjolan tulang akibat pertumbuhan berlebih (pembentukan osteofit atau spurs)," tuturnya.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan khususnya kepadatan tulang. Pada dasarnya kebutuhan kalsium harian setiap orang berkisar 800 – 1000mg dan bisa didapat dari makanan yang dikonsumsi.

Olahraga

"Banyak upaya yang bisa kita lakukan agar terhindar dari osteoporosis dan osteoarthritis di antaranya mengonsumsi makanan yang bernutrisi, berjemur di bawah sinar matahari, pola hidup sehat, berolahraga yang tidak membebani sendi seperti berjalan kaki atau bersepeda, serta konsumsi suplemen yang mengandung kalsium mampu membantu memelihara kesehatan tulang,” pungkas Dr. Arif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini