Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Hibah Harus Bisa Beri Efek Ganda ke Industri Pariwisata

Antara, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 620 2317056 dana-hibah-harus-bisa-beri-efek-ganda-ke-industri-pariwisata-4aaTDfjNFI.jpg Wisata Bedugul Bali (Instagram @liburanbali)

PJS Bupati Badung, Bali, I Ketut Lihadnyana mengharapkan dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat dapat mendatangkan multiplier effect atau efek berganda pada industri pariwisata wilayah yang terdampak pandemi COVID-19.

"Kami harap dana hibah ini bisa mendatangkan multiplier effect pada industri pariwisata, dengan tetap pada penerapan protokol kesehatan yang ketat, agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat mengunjungi tempat wisata atau menginap di hotel dan makan di restoran," ujar Ketut Lihadnyana di Mangupura, Kamis 26 November 2020.

Baca juga:  Pandemi Covid-19, Ngidam Liburan di Kapal Pesiar Tunda Dulu Ya!

Saat ini total dana hibah yang diterima Pemkab Badung mencapai Rp948 miliar, dengan 70 persen diantaranya dialokasikan untuk hotel dan restoran.

Dana hibah tersebut dikirimkan langsung dari rekening pemerintah pusat ke rekening pemerintah daerah dan selanjutnya akan disalurkan ke hotel dan restoran secara proporsional sesuai kontribusi pajak hotel dan restoran selama 2019.

Sedangkan sisanya, 30 persen dari dana hibah akan dikelola oleh pemerintah daerah untuk dimanfaatkan guna program kegiatan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

 

Untuk itu, Ketut Lihadnyana juga menekankan jajaran OPD agar dapat mengelola dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat dengan cermat serta dieksekusi secara tepat dan cepat.

Baca juga: Persawahan Ciharashas Bogor Siap Disulap Jadi Objek Wisata Senilai Rp2,8 Miliar

Pihaknya juga telah melaksanakan rapat pemanfaatan 30 persen dana hibah pariwisata yang dikelola oleh pemerintah daerah. Dana itu dimanfaatkan untuk menata sarana prasarana wisata serta pemenuhan media sosialisasi protokol kesehatan dalam upaya pemulihan pariwisata di era adaptasi kebiasaan baru.

"Dana tersebut bisa digunakan untuk revitalisasi, kebersihan, keindahan, dan keamanan. Misalnya objek wisata direvitalisasi. Bisa ditata untuk menambah keindahan atau untuk penunjuk tempat wisata," ungkapnya.

Sebagai upaya untuk meyakinkan wisatawan agar merasa yakin nyaman dan aman mengunjungi Badung, pihaknya juga meminta pelaku industri pariwisata menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta penerapan Cleanlinnes, Health, Safety and Environment (CHSE) kepada wisatawan yang berkunjung.

"Dengan menyiapkan standar protokol kesehatan yang tinggi dan menerapkan kebersihan, kesehatan, keselamatan serta kelestarian lingkungan, akan memberikan keyakinan bahwa yang dikunjungi oleh wisatawan adalah daerah yang aman," ujar Ketut Lihadnyana.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini