Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penelitian Sebut Vaksin Covid-19 Butuh Waktu untuk Hentikan Penularan Virus

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 620 2328040 penelitian-sebut-vaksin-covid-19-butuh-waktu-untuk-hentikan-penularan-virus-nBKsC1KtK6.jpg Vaksin Covid-19 salah satu harapan hentikan penularan corona (Foto : The Guardian)

Vaksin Covid-19 generasi pertama yang diluncurkan di Australia pada 2021 tidak mungkin akan langsung menghentikan penularan virus corona. Hal tersebut merupakan tinjauan Australian Academy of Health and Medical Sciences. 

Menurut mereka, pengujian tingkat tinggi harus dilakukan terhadap vaksin Covid-19. Kemudian melakukan pelacakan kontak yang kuat, isolasi dan karantina menjadi penting.

Akademi ini terdiri dari lebih dari 400 peneliti senior dan tinjauan tersebut menguraikan langkah-langkah untuk respons pandemi Australia hingga tahun baru. Tinjauan tersebut ditulis oleh Direktur Institut Penyakit Menular Marie Bashir, Prof Tania Sorell, dan Ahli Imonulogi Universitas Queensland, Prof Ian Frazer.

"Pengumuman hasil sementara dari uji coba vaksin cukup menjanjikan, tetapi meski vaksin yang diklaim 90 persen efektif dalam mengurangi penyakit akan membutuhkan waktu untuk diproduksi, didistribusikan, dan diberikan dan karena proses itu mungkin berdampak terbatas pada upaya mencegah penularan SARS-CoV2, menghentikan penyebaran virus, bahkan daya lindungnya berumur pendek," kata ulasan tersebut.

"Oleh karena itu, langkah-langkah kesehatan masyarakat dan pendekatan manajemen Covid-19 yang komprehensif menjadi hal penting untuk respons yang berkelanjutan," tambah tinjauan itu.

vaksin covid-19

Data dari uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 hingga saat ini menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi atau mencegah orang yang divaksinasi untuk tidak mengembangkan penyakit, tetapi vaksin itu tidak diklaim menghentikan orang yang divaksinasi menularkan virus ke orang lain.

Baca Juga : Vaksin Covid-19 Pfizer Diisukan Sebabkan Kemandulan, Ini Faktanya

Apakah vaksin juga bisa menghentikan penularan Covid-19? Menurut tinjauan tersebut hanya akan terjawab sampai vaksin benar-benar siap untuk masyarakat umum.

"Itulah mengapa pemantauan berkelanjutan terhadap mereka yang divaksin akan sangat penting," kata Sorrell dan Frazer di tinjauan itu. Mereka pun berharap penelitian dan upaya inovasi harus terus dilakukan, meski jumlah kasus dinilai rendah.

Tinjauan tersebut pun menjelaskan bahwa uji coba saat ini tidak mendeteksi efek samping yang jarang terjadi, efek samping jangka panjang, atau masalah hal yang terkait dengan kelompok populasi tertentu, karena tidak melibatkan cukup peserta.

Di sisi lain, akademi tersebut mendukung Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang mengatakan bahwa mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin memerlukan pemantauan data dari setidaknya setengah dari peserta uji coba fase 3 selama setidaknya dua bulan setelah vaksinasi dan data uji coba lebih lanjut akan disediakan di luar jangka waktu tersebut.

Frazer mengatakan bahwa vaksin akan membutuhkan usaha ekstra mulai dari proses produksi, pendistribusian, penyimpanan, dan pengelolaannya di seluruh dunia. "Dan seluruh proses ini memakan waktu yang sangat panjang, mungkin hingga 2021," katanya. "Jika lengah, maka virus akan menyerang kembali," tambahnya.

vaksin covid-19

Tinjauan tersebut pun menyoroti kasus kesehatan mental yang meningkat karena pandemi ini terbukti menimbulkan perasaan cemas pada banyak orang. "Sudah ada bukti bahwa lebih banyak orang mengembangkan masalah kesehatan mental untuk pertama kalinya, meningkatkan kekambuhan pada mereka yang sudah menderita penyakit mental sebelumnya, dan pada beberapa kasus memperburuk penyakit mental yang sudah ada," tulis para penulis.

Mereka pun melihat adanya keterlambatan dalam mencari atau mendapatkan perawatan untuk kondisi non-Covid-19, seperti stroke, infrak miokard, bedah akut, beberapa di antaranya sensitif terhadap waktu dan ada bukti bahwa penundaan presentasi dengan kondisi ini berdampak pada morbiditas dan mortalitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini