Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Dunia: Indonesia Rentan terhadap Gelombang Baru Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 620 2426566 bank-dunia-indonesia-rentan-terhadap-gelombang-baru-covid-19-T0WW2hW5t7.jpg Bank Dunia Nilai Indonesia Rentat terhadap Gelombang Baru Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Dunia menilai risiko pandemi di Indonesia tampak besar dengan kasus meningkat secara signifikan pada Juni. Indonesia rentan terhadap gelombang baru yang didorong strain yang lebih menular seperti yang dialami negara lain serta potensi mobilitas dan penularan virus yang lebih tinggi selama perayaan.

"Indonesia tetap rentan terhadap gelombang baru yang didorong oleh strain yang lebih menular seperti yang dialami oleh negara lain serta potensi mobilitas dan penularan virus yang lebih tinggi selama perayaan," tulis laporan Bank Dunia, di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia

Meskipun awal yang lebih kuat daripada rekan-rekan regional, peluncuran vaksin gratis sudah mulai tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa rekan besar G20. Serta, ada respons krisis yang kuat, kebijakan moneter harus mencapai keseimbangan yang sulit antara mengelola tekanan pembiayaan eksternal dan mendorong pemulihan.

"Pembiayaan moneter dari defisit mendukung respons fiskal dalam keadaan luar biasa. Bank Indonesia (BI) juga melonggarkan kebijakan moneter meskipun tingkat kebijakan riil relatif tinggi terhadap rekan-rekan dan mempertimbangkan inflasi yang rendah dan output negatif yang besar," tulisnya.

Baca Juga: Rendahnya Realisasi Anggaran PEN Ancam Target Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan kredit swasta telah turun meskipun neraca bank yang sehat dan kerentanan korporasi yang moderat karena kombinasi dari kendala permintaan dan penawaran kredit, termasuk lemahnya efektivitas transmisi kebijakan moneter, rendahnya pengambilan mekanisme pembagian risiko seperti jaminan dan secara historis ketergantungan yang rendah pada perbankan kredit di kalangan UMKM.

Bank Dunia meminta Pemerintah untuk mengembangkan strategi fiskal jangka menengah dengan urutan yang baik, termasuk rencana yang jelas untuk meningkatkan pendapatan pajak dan ruang fiskal untuk pengeluaran prioritas. Hal ini juga menyoroti pentingnya menjaga kebijakan moneter yang akomodatif dan mendorong kredit swasta untuk mendukung sektor riil sambil memantau kerentanan eksternal dan keuangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini