Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Kesejahteraan Digital untuk Anak-Anak saat Sekolah Online

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 620 2507247 pentingnya-kesejahteraan-digital-untuk-anak-anak-saat-sekolah-online-Sowa0cvZmj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEKOLAH online mungkin menjadi satu-satunya cara anak mendapatkan pengajaran dari para guru ataupun pengajar di masa pandemi Covid-19 ini. Tapi, belajar secara online juga memiliki banyak banyak hambatan.

Salah satunya adalah anak- anak bisa terdistraksi konten yang kurang mendidik. Oleh karena itu, orangtua berperan sangat besar untuk bisa membantu anak mendapatkan ruang digital aman dan tanpa distraksi yang berpotensi pada penurunan kapasitas belajar sang buah hati.

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Ciput Eka Purwianti mengatakan, anak-anak juga harus memililki kesejahteraan digital. Dengan demikian, maka tidak hanya kualitas edukasi yang optimal namun juga kualitas hidup anak dapat terjaga dengan baik.

“Melihat adanya tuntutan bagi para peserta didik untuk dapat melakukan pembelajaran mandiri di rumah melalui penggunaan teknologi. Maka dari itu, diperlukan adanya metode pembelajaran efektif yang kondusif dan tanpa distraksi, untuk mengembangkan kinerja belajar anak,” ujar dia seperti dilansir dari Antara.

Adapun cara pertama yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menyiapkan kesejahteraan digital bagi sang buah hati dapat dimulai dengan menyiapkan daftar aktivitas bagi anak agar kegiatan di dunia maya dan dunia nyata bisa dibagi dengan seimbang.

Orangtua ada baiknya menyiapkan juga batasan waktu bagi anak saat mengakses gawainya, pastikan si kecil tidak terdistraksi untuk bermain gim atau pun menonton streaming saat sedang menggunakan gawainya.

Cara lainnya adalah orangtua bisa mengunduh materi belajar secara offline sehingga anak bisa mengurangi waktunya untuk berkutik di depan layer gawai.

Orangtua juga bisa mematikan notifikasi aplikasi- aplikasi yang tidak berhubungan dengan pengajaran, ketika anak sedang menggunakan gawai sehingga anak bisa fokus belajar dalam kegiatan sekolah daringnya. Selain menyiapkan jaring pengaman, orangtua juga harus mengajarkan anak untuk mandiri menjaga dirinya sendiri lewat membedah dan membedakan konten positif dan negatif.

Setelah itu, biasakan anak untuk memilih konten- konten positif pada saat mengakses gawai sehingga anak- anak bisa terhindar dari konten negatif yang bisa menjadi distraksi bagi sang buah hati.

“Edukasi tentang kesejahteraan digital seperti ini dapat menjadi strategi preventif bagi para peserta didik dari risiko digital yang dapat menyebabkan turunnya kapasitas belajar anak,” kata Ciput.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini