Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Pasien Omicron Meninggal Jadi Alarm RI untuk Tidak Anggap Remeh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 620 2536996 2-pasien-omicron-meninggal-jadi-alarm-ri-untuk-tidak-anggap-remeh-dwFrFmtWDz.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

KEMENTERIAN Kesehatan mengumumkan kematian dua pasien Omicron, Sabtu (22/1/2022). Satu pasien berstatus transmisi lokal, satunya pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Data medik lain yang diumumkan Kemenkes adalah pasien PPLN berusia 54 tahun, sedangkan pasien transmisi lokal berusia 64 tahun.

"Pasien yang transmisi lokal belum divaksin," kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pada MNC Portal.

Omicron

Kabar ini membuat Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman angkat suara. Dia dengan tegas mengatakan bahwa Omicron adalah varian Covid-19 yang berbahaya, jangan dianggap sepele.

"Artinya, Omicron ini selama dia ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian of concern (VOC), maka statusnya berbahaya, serius," kata Dicky melalui pesan singkat.

Ia menambahkan, karena berbahaya dan serius, itu berarti Omicron memiliki dampaknya dan potensi yang bisa menyebabkan kematian dan potensi keparahan. "Dua pasien meninggal dunia hari ini menjadi buktinya," terangnya.

Baca Juga : Kebanyakan Kasus Omicron Berasal dari Pelancong

Setiap VOC itu, kata Dicky, memiliki daya rusak masing-masing yang tentunya menjadi alasan kenapa varian tersebut jadi VOC. Dan Omicron yang ditetapkan sebagai VOC bisa memperburuk pandemi, termasuk menyebabkan kematian.

Baca Juga : Jangan Remehkan Omicron, Menkes: Tetap Waspada dan Jangan Panik!

Bicara soal kematian akibat Omicron, Dicky menerangkan bahwa kerawanannya tidak berbeda dengan varian Delta, Alpha, atau virus liar di Wuhan (virus asli Covid-19).

"Artinya, Omicron akan banyak menginfeksi juga pada kelompok komorbid, lansia, atau mereka yang belum divaksin yang bisa saja lebih mungkin menyebabkan kematian," tambahnya.

Jika tidak dilakukan mitigasi segera, Dicky memprediksi kematian pada anak bisa terjadi. "Kalau tidak cepat dimitigasi, informasi atau kabar kematian pada anak akibat Omicron sangat mungkin terjadi seperti di beberapa negara di dunia," ungkapnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini