Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal 4 Jenis Masker untuk Cegah Corona COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 01 620 2192268 mengenal-4-jenis-masker-untuk-cegah-corona-covid-19-RTUBFMWSnf.jpg Jenis Masker untuk Cegah Corona (Foto: Okezone)

Masker menjadi alat pelindung bagi seseorang untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. Anda pun harus mengenali jenis-jenisnya agar tidak salah pilih.

Sayangnya kelangkaan masker medis di pasaran, membuat banyak orang beralih ke masker kain. Apakah itu efektif mencegah penularan virus corona?

Pemerintah, melalui konferensi pers daring yang disampaikan oleh dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) dari FKUI dan RSU Persahabatan, Rabu (1/4/2020) langsung dari Gedung BNPB, Jakarta, mencoba mengedukasi masyarakat umum, tentang jenis-jenis masker yang bisa dipakai sebagai perlindungan. Sehingga masyarakat bisa memahami, masker mana yang prioritas untuk kelompok golongan tertentu.

Berikut paparan singkat dari dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) tentang jenis dan kegunaan masing-masing masker.

(Baca Juga : Ayo, Gabung Gerakan #Mask4All, Bikin Masker Kain untuk Cegah Corona)

Masker kain

Masker kain corona

Masker Kain (Foto: Bangkok Post)

Jenis masker yang bisa digunakan oleh orang sehat. Digunakan di tempat-tempat umum, dan fasilitas lainnya. Namun di tengah pandemi saat ini, meski menggunakan masker kain namun masyarakat tetap wajib menjaga jarak. Mengingat proteksi yang diberikan oleh masker kain ini memang tidak sempurna. Tidak bisa proteksi masuknya semua partikel, 40 hingga 90 persen bisa masuk.

(Baca Juga : 11 Petunjuk Aman Keluar Rumah di Tengah Pandemi Corona)

Jadi tetap harus dikombinasikan dengan pelindung wajah. Masker kain ini tidak disarankan dipakai bagi para tenaga medis, mengingat ada kebocoran. Namun di balik proteksi yang tidak terlalu sempurna, keuntungannya masker kain ini bisa dipakai berulang kali asal dicuci bersih memakai sabun deterjen dan bila perlu dengan air hangat.

Masker bedah

masker bedah corona

Masker Bedah (Foto: Tech ARP)

Masker bedah bisa dipakai oleh masyarakat. Namun dengan catatan oleh orang awam yang sakit punya gejala seperti influenza seperti pilek, batuk, hidung berair, hingga nyeri tenggorokan. Ini adalah jenis masker yang dipakai oleh para tenaga medis di fasilitas kesehatan.

Punya tingkat filterisasi 30 sampai 50 persen, bisa ada bocor di sisi samping kiri dan kanan, karena tidak sempurna menutupi seluruh bagian wajah. Fungsinya juga bisa melindungi terhadap droplet, tapi tidak bisa dipakai untuk melindungi dari partikel aerosol atau partikel airbone. Selain itu, masker bedah sifatnya disposal alias sekali pakai buang.

N95

masker N95 untuk cegah corona

Masker N95 (Foto: Shutterstock)

Masker yang wajib digunakan oleh para tenaga medis yang kontak langsung dan kontak erat dengan pasien-pasien kategori infeksius tinggi atau sangat menginfeksi. Jadi bukan masker yang dipakai oleh masyarakat umum.

(Baca Juga : Kontroversi Masker Trendi Mahal di Tengah Pandemi COVID-19)

Efektivitasnya tinggi, memfilterisasi partikel kecil hingga 95 persen, punya proteksi bauk untuk droplet, partikel aerosol dan airbone dan tidak ada kebocoran jika dipakai dengan sempurna.

Jika stoknya sangat sedikit dan langka, bisa dipakai berulang kali dengan tata cara khusus, yakni dijemur di bawah sinar matahari selama tiga sampai empat hari baru dipakai lagi. Tapi ini jika stoknya sudah sangat sedikit, jika masih ada stok, maka masker tidak dipakai berulang kali.

Face respirator

Masker ini dapat menutupi seluruh wajah, biasanya digunakan oleh para pekerja di industri-industri yang memiliki risiko tinggi terpapar gas berbahaya.

masker respirator paling aman cegah corona

Face Respirator (Foto: Sky News)

Masker ini punya proteksi baik terhadap droplet, partikel aerosol dan partikel airbone serta tidak ada kebocoran sifatnya perlindungan hampi 100 persen. Mempunyai efektivitas tinggi, mampu memfilterisasi partikel sekecil 0.01 mikron. Usai dipakai harus dibersihkan dengan disinfektan dengan cara yang benar.

(Baca Juga : Cara Membuat Masker dari Sapu Tangan untuk Kurangi Risiko Penularan Covid-19)

Tapi ingat ya, penggunaan masker ini hanyalah salah satu cara bukan jadi cara satu-satunya. Melakukan upaya pencegahan penularan COVID-19, bukan hanya memakai masker, tapi juga harus dikombinasikan dengan yang lain. Seperti rajin cuci tangan, physical distancing dan perilaku gaya hidup sehat yang lain.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini