Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Pengertian Sidang Isbat dan Tahapan Pelaksanaannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 22 620 2217794 ini-pengertian-sidang-isbat-dan-tahapan-pelaksanaannya-YoUWVSr7uV.jpg Ilustrasi sidang isbat. (Foto: Dok Okezone)

KEMENTERIAN Agama pada hari ini, Jumat 22 Mei 2020, menggelar sidang isbat penentuan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Sidang bakal digelar mulai pukul 16.45 WIB dan dihadiri sejumlah perwakilan lembaga keagamaan.

Namun, sidang isbat kali ini berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya, tahun ini Indonesia dengan menghadapi wabah virus corona (covid-19).

Baca juga: Arab Saudi Akan Umumkan Idul Fitri 1441H pada Jumat Malam Ini 

Pelaksanaan sidang isbat pun digelar secara terbatas. Hanya dihadiri di antaranya Menteri Agama selaku pemimpin sidang isbat, Wakil Menteri Agama, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Komisi VIII DPR.

Terkait sidang isbat tersebut, Okezone pun telah merangkum perihal pengertian hingga fungsinya. Kemudian juga tahapan pelaksanaannya.

Menurut Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sirril Wafa, sidang isbat merupakan pertemuan yang dilakukan pemerintah bersama ahli-ahli falakiyah hingga astronomi untuk menetapkan awal bulan berkaitan dengan ibadah.

"Seperti awal Ramadhan, Syawal, dan Zhulhijah guna memberi kepastian kapan jatuhnya awal puasa Ramadhan, dan kapan berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kepada rakyat khususnya yang beragama Islam," ungkap dia ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis 21 Mei 2020.

Baca juga: Tata Cara dan Bacaan Takbir Idul Fitri, Versi Panjang dan Pendek 

Kemudian sidang isbat berfungsi agar kaum Muslimin bisa melaksanakan ibadah sesuai waktunya. "Seperti yang dijelaskan tadi yaitu memberi kepastian akan jatuhnya puasa Ramadhan, merayakan Idul Fitri dan Idul Adha. Mengingat pada kalender yang beredar di masyarakat, boleh jadi bisa berbeda-beda karena beda pemahaman fikih yang dianut," terangnya.

Maka itu, lanjut KH Sirril, sidang isbat penting dilakukan pemerintah untuk menengahi perbedaan, terutama dalam pandangan masing-masing fikih yang diikuti.

Tahapan Sidang Isbat

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag Agus Salim membeberkan tahapan pelaksanaan sidang isbat tahun ini. Ia menyatakan gelaran sidang isbat dilakukan sebagaimana penentuan awal Ramadan lalu.

Baca juga: Tausiyah Ramadhan: Berpuasa adalah Me-Lockdown Diri 

Ilustrasi pemantauan rukyatul hilal. (Foto: Dok Okezone)

Sesi pertama dimulai pukul 17.00 WIB. Dilakukan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 Hijriah oleh anggota Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya.

Sesi kedua, setelah Magrib, sidang Isbat dibuka Menteri Agama Fachrul Razi. Kemudian dilanjutkan laporan data hisab dan hasil rukyatulhilal dari 80 titik di seluruh Indonesia.

Baca juga: Masjid-Masjid di Jawa Timur Meniadakan Sholat Idul Fitri 

"Hasil sidang isbat akan diumumkan Menteri Agama secara telekonferensi dan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming medsos Kemenag," papar Agus dalam keterangan resminya, seperti dikutip Okezone.

Kemudian sesi ketiga atau terakhir adalah pengumuman hasil pengamatan rukyatulhilal. Jikalau ada salah satu pengamat saja melihat kemunculan hilal atau bulan baru pada hari itu, maka Idul Fitri akan dilaksanakan esoknya. Kalau tidak, dirayakan setelah hari ke-30 Ramadhan atau lusanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini