Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit Chadwick Boseman Sebelum Meninggal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 29 Agustus 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 620 2269503 mengenal-kanker-usus-besar-penyakit-chadwick-boseman-sebelum-meninggal-4TdE3s335b.jpg Chadwick Boseman meninggal dunia (Foto : Ctvnews)

Kabar mengejutkan sekaligus duka datang dari Chadwick Boseman. Pemeran superhero dalam serial Marvel, Black Panther, meninggal dunia di usia 43 tahun.

Chadwick Boseman 'Black Panther' meninggal dunia akibat kanker kolorektal atau usus besar. Menurut juru bicara keluarga, Nicki Fioravante, Chadwick Boseman didiagnosis menderita kanker usus besar empat tahun lalu.

Dia didiagnosis menderita kanker usus stadium III pada 2016. Kemudian, Chadwick Boseman berjuang melawan kanker usus selama 4 tahun terakhir saat berkembang ke stadium IV.

Chadwick Boseman

Lalu, apa sebenarnya kanker usus besar? Kanker kolorektal merupakan salah satu penyakit mematikan. Meski demikian, kanker ini bisa dicegah dan diobati apabila dideteksi secara dini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ari Fahrial Syam mengatakan jika kasus kanker usus besar ditemukan pada stadium awal maka harapan hidup lima tahun seseorang bisa mencapai 92 persen.

Baca Juga : Chadwick Boseman Meninggal, Chris Pratt: Tuhan Istirahatkan Jiwanya

Sebaliknya jika kanker usus besar ini ditemukan pada stadium IV atau lanjut maka harapan hidup lima tahunnya hanya tinggal 12 %. Gaya hidup menjadi salah satu penyebab utama kematian meningkat di tengah masyarakat.

“Kasus kanker usus sudah umum ditemukan. Saat ini bahkan kasus-kasus baru ditemukan pada usia yang lebih muda. Faktor genetik memang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar, tetapi gaya hidup merupakan hal yang utama,” terang dr. Ari beberapa waktu lalu.

Berhenti Merokok

Dalam penelitian, terdapat beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi sebagai penyebab kanker usus besar. Beberapa di antaranya adalah diet tinggi dengan daging merah maupun daging olahan serta kurang makan sayur dan buah.

Merokok juga menjadi faktor risiko utama penyebab penyakit ini. Beberapa kasus kanker usus justru bukan pada perokok aktif tapi pada para perokok pasif.

“Kegemukan, kurang bergerak, dan peminum alkohol menjadi faktor risiko lainnya. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa berubah yakni usia. Usia di atas 50 menjadi batasan umur untuk memulai skrining penyakit,” lanjutnya.

Faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis, kencing manis/diabetes mellitus merupakan faktor risiko yang juga harus diantisipasi.

Gejala kanker usus besar

Pada awalnya penyakit ini tanpa gejala. Alhasil, masyarakat yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kanker usus harus sering melakukan kontrol ke dokter. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi secara dini penyakit tersebut.

“Gejala yang timbul kalau kanker usus antara lain buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah, baik mudah diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas bahkan apabila teraba benjolan di perut,” tutur dr Ari.

Buang Air Besar

Kemudian, apa yang bisa dilakukan jika sudah mengalami gejala tersebut?

Dokter Ari menjelaskan, pasien bisa melakukan pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi. "Ini merupakan metode utama untuk menemukan kanker usus besar," terangnya, beberapa waktu lalu.

Sebagai tambahan, dr Ari menyarankan untuk setiap orang mampu mengenali faktor risiko, kontrol ke dokter jika mempunyai faktor risiko, kenali gejalanya dan segera berobat ke dokter.

"Selalu menjaga kesehatan dengan tetap melakukan gaya hidup sehat. Sekali lagi penyakit kanker usus besar bisa dicegah dan bisa diobati semakin dini ditemukan semakin baik harapan hidup 5 tahun ke depan untuk para pasien," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini