Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BKKBN: Program KB Terancam Gagal karena Pandemi!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 620 2283545 bkkbn-program-kb-terancam-gagal-karena-pandemi-jf7v8mRGha.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Pandemi Covid-19 menghadirkan polemik di seluruh lini kehidupan. Bukan hanya soal nyawa manusia yang dipertaruhkan, ekonomi yang tidak bisa stabil bahkan cenderung merosot, tapi juga soal kelayakan hidup seseorang.

Poin terakhir itu bisa dibaca dari masalah dalam keluarga yang semakin kompleks. Apakah Anda semakin harmonis dengan pasangan selama pandemi berlangsung atau malah sebaliknya? Masalah yang cukup penting juga adalah pengendalian kehamilan yang terus melemah.

Ya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyoroti sekali permasalahan ini. Selama pandemi berlangsung, tercatat sudah ada 400 ribu kehamilan yang terjadi dan pengguna kontrasepsi yang menurun.

Ibu Hamil

Dua hal tersebut merupakan calon lahirnya masalah baru yang ada di dalam keluarga. Kehamilan yang tidak direncananya, salah satunya karena lepasnya kontrasepsi, berisiko memperkeruh rumah tangga.

Baca Juga : Intip Jessica Iskandar Santai di Kolam Renang, Netizen: Sambil Makan Odading Makin Nikmat

Beban akan semakin berat, terlebih situasinya tidak dipersiapkan dengan matang sebelumnya. Bahkan, BKKBN menyatakan dengan tegas kalau program KB terancam gagal di saat pandemi Covid-19 ini.

"Dalam situasi seperti sekarang, ini berdampak sangat luas. Sebab, selama pandemi ini, kita tahu beberapa fasilitas kesehatan dijadikan sebagai tempat pelayanan pandemi Covid-19. Hal tersebut berdampak pada pengurangan pelayanan yang dikhususkan untuk ibu dan anak, termasuk pelayanan KB," terang Deputi Bidang KB KR BKKBN dr. Eni Gustina, MPH, dalam Webinar 'Perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia 2020', kemarin.

Demikian juga adanya pembatasan, walaupun tidak lockdown seperti negara lain, membuat masyarakat terbatas melakukan aktivitas. Misalnya, keluarga jadi takut untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

Eni pun coba menjelaskan hasil studi yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), didapati fakta bahwa 30 persen puskesmas yang tidak aktif selama Covid-19. Bahkan, yang lebih mencengangkan lagi, Posyandu yang aktif hanya 19,2 persen.

"Data ini memberi gambaran bahwa akses mendapat layanan kesehatan, khususnya pelayanan KB, akan sangat terganggu," tuturnya.

Ibu Hamil

Secara garis besar, BKKBN menyimpulkan ada 5 faktor yang menjadi alasan program KB terancam gagal, yaitu:

1. Terbatasnya akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

2. Selama pandemi Covid-19, fasilitas kesehatan dibanjiri pasien yang terinfeksi Covid-19.

3. Fasilitas kesehatan lebih memprioritaskan penanganan penyakit yang disebabkan oleh Covid-19 yang kasusnya semakin hari semakin meningkat.

4. Pasangan usia subur menunda menandatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan KB karena kekhawatiran akan tertular.

5. Fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan kontrasepsi tutup, karena provider pelayanan KB belum sepenuhnya memiliki sarana yang diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini