Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meminimalisir Risiko Terciptanya Klaster Pelayanan KB

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 620 2284160 meminimalisir-risiko-terciptanya-klaster-pelayanan-kb-dKxp5OhWJa.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Hal yang mesti dicatat juga ialah para akseptor kini disarankan untuk membuat janji terlebih dulu dengan petugas KB. Bisa melalui WhatsApp atau SMS. Ini dimaksudkan agar memudahkan petugas KB juga menyediakan keperluan yang Anda butuhkan dan memastikan Anda mendapatkan layanan saat ke fasilitas layanan.

Setelah sampai di fasilitas kesehatan, akseptor pun diajarkan untuk melakukan 3M yaitu tidak melepas masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Di pusat layanan pun para tenaga kesehatan pastinya mengenakan APD lengkap dan memasang partisi di sudut konseling.

Nah, saat pulang ke rumah, disarankan agar akseptor melepas semua pakaian luarnya seperti jaket, topi dan sepatunya sebelum masuk rumah. Bersihkan tubuh pun sangat dianjurkan untuk memastikan dengan baik tidak ada penyebaran virus di area rumah.

"Bahkan, kami sudah membuat aturan tata cara pemasangan kontrasepsi di tengah pandemi. Salah satu contohnya kontrasepsi suntik, kami minta akseptornya tidak berhadapan langsung dengan petugas KB-nya," ungkap Eni.

"Lalu, untuk pemasangan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implan yang mana waktu pemasangan tidak sampai 10 menit, kami meminta akseptornya menghadap ke kanan, karena implan yang dipasang di sebelah kiri," sambungnya.

Layanan KB

Di sisi lain, Dr. dr. Melania Hidayat, MPH, UNFPA Assistant Representative, menjelaskan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah sudah merancang sedemikian rupa peraturan yang terkait dengan kebiasaan baru di tengah pandemi ini. Tapi menurutnya, harus ada pemantauan agar hasilnya semakin baik.

"Pemerintah sudah menyusun SOP untuk masyarakat agar masyarakat tetap aman saat berada di ruang publik. Tapi, tetap harus ada mekanisme lain yang memantau dan memastikan agar risiko terciptanya klaster pelayanan KB bisa ditekan seminimal mungkin," katanya.

Ditambahkan juga oleh Head of Strategic Planning DKT Indonesia Aditya A. Putra, dari sisi praktik pelayanan, sudah cukup melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. "Satu contohnya ialah di ruangan pelayanan, sudah ditempatkan sekat-sekat atau pembatas agar konsultasi juga tetap terjalin aman," paparnya.

Nah, yang menjadi kendala, karena ini dua arah yaitu dari sisi penyedia dan klien, para klien masih perlu upaya edukasi lebih masif untuk menyadarkan calon akseptor pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

"Masih ada tuh kasusnya, petugas KB sudah pakai APD lengkap, tapi calon akseptornya polosan aja atau tidak pakai masker. Ini perlu terus diedukasi agar penyebaran virus corona bisa dicegah dan klaster pelayanan KB tidak tercipta," tandas Adit.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini